Jumat, 29 Agustus 2008

8. Tuhan, Mengapa ........?

Seandainya kukatakan, "maafkan aku"
Seandainya kubisikkan ,"sayang" kepadanya
Seandainya kuminta,"jangan marah ya....!"
Seandainya aku bisa meredakan emosi ini
Seandainya aku mau mengerti perasaannya
Seandainya aku mengalah
Seandainya.......
Achhh....Tuhan.........
Terlalu cepat kebahagiaan itu terenggut
Terlalu cepat Kau pisahkan dia dariku
Mengapa dan segudang pertanyaan mengapa?
2 tahun yang lalu ,aku tiba di tempat ini
Asal muasal legenda dewa dewi mitologi , Yunani
Sengaja kuterbang beribu-ribu mil jauh dari kotaku
Terkapar lelah mencari damai tak kutemui
Melarikan diri dari kenyataan hidup
Terasa pahit, tajam dan penuh onak duri
Kebingungan , kehilangan pegangan
Keyakinan semakin pudar akan kuasa dan kasihMu
Seolah semua tak mau bersahabat denganku lagi
Tak ada yang mampu menopang kesedihanku
Sebab aku kehilangan dia
Yang selalu menjadi pelabuhan hati
Salah paham karena emosi tak tertahankan
Hingga kecelakaan mautpun itu terjadi
Hancur luluh rasa hidupku
Hanya tangis dan gelap hitam warnai hariku
Selama ini Tuhan
Dia selalu ada di sana
Dialah tempatku bermanja dan memadu kasih
Senyum pesona dan mata teduhnya
Terasa hangat menyelimuti hati ini
Membuatku lupa dengan segala masalah
Dia juga yang kenalkan aku dengan Mu ya Tuhan
Tiap Minggu rajin menjemputku untuk bersama ke rumahMu Tuhan
Tuk ucapkan syukur atas rahmatMu
Candanya yang selalu segarkan hati
Membuatku turut bercahaya di tengah kehidupan ini
Nasihatnya membuatku selalu tegar hadapi kenyataan
Namun dia sudah tidak ada lagi Tuhan
Dia sudah kembali ke pangkuanMu
Tinggalkan aku melangkah sendiri lagi
Mengapa Tuhan?
Mengapa Kau biarkan aku sendirian ?
Kenangan manis bersamanya
Berubah seperti api sekam dalam ingatan
Panas sakit tak kunjung padam

Pikiranku melayang-layang seperti camar putih
Terbang melayang lintasi selat Bosporus
Kepakan sayap kokoh namun anggun
Lautan Mediterania membentang luas bagai permadani biru pirus
Dihiasi cagak dan tiang-tiang perahu terpancang di tepian dermaga
Sesekali berayun ringan terhembus angin laut
Tempat bersandar perahu-perahu nelayan pulau Mykonos
Permukaan laut dihiasi pernik putihnya bulu burung
Kualihkan pandanganku ke ujung seberang sana
Tampak kubah-kubah putih beratap biru langit
Pemandangan menyatu dan memukau
Tak ada kata selain "ya.....Tuhan, indah sekali......"
Menyejukkan hati dan menyegarkan mata
Luarbiasa karya dan rahmatMu ini Tuhan
Betapa besarnya KuasaMu Tuhan
Kutarik nafas panjang
Ya ....kembali aku ada di sini
Dengan hati dan semangat hidup yang berbeda
Setelah mencari dan mencari
Tak henti dan tak kenal lelah
Arti hal yang tak kumengerti dan mengapa harus terjadi
Waktu demi waktu berlalu
Sampai kasihNya sadarkanku
Ingatkan bahwa tidak ada yang lebih besar dariNya
Walaupun keyakinan sempat goyah
Namun berkatMu yang luarbiasa
Aku sadar kembali yakin dan mengerti
Bahwa Kau ijinkan semua ini terjadi
Bahwa Kau tidak pernah tinggalkan diriku
Bahwa Kau akan pimpin kemana diriku harus melangkah
Bahwa tak ada yang kekal di dunia ini selain hadiratMu
Kutak tahu apa rencanaMu dalam hidupku
Selayaknya kuserahku diri padaMu
Tolong selalu bimbing dan tuntun tanganku
Menuju arah kehendakMu
Aku sudah bisa menerima kenyataan itu Tuhan
Tuhan sudah angkat dan sembuhkan luka di hatiku
Tuhan sudah berikan kedamaian itu kembali padaku
Sungguh besar kasihMu padaku Tuhan
Kuucapkan rasa syukur dan terimakasihku Tuhan
Selalu dan selalu.......
Amien

Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 26 juni 2001

Tidak ada komentar:

Posting Komentar