Tepat jam 4:00 sore
Matahari masih tersenyum hangat
Aku melenggang santai di dermaga Nanko
Angin sepoi uraikan lambaikan rambutku
Bau air laut segarkan paru-paruku
Kurentangkan tanganku selebar-lebarnya
Dan kuhirup udara laut dalam-dalam
Lega dan segar rasanya
Udara sangat cerah
Langit biru terang tak berawan
Burung di laut berkicau bersahutan
Diiringi deburan ombak memecah ke tepian
Beberapa kapal hilir mudik membawa penumpang
Menuju arah tempat tujuan
Muda mudi bersenda gurau memadu kasih
Anak-anak bermain, berlarian , berteriak gembira
Orang tua duduk bersantai ria menikmati alam
Ya........... musim panas telah tiba
Musim yang selalu mengingatkanku akan kampung halaman
Tinggalkan musim dingin yang sangat tidak kusuka
Tinggalkan perlengkapan tebal dan berat di tubuh
Tak ada juga bau laut yang legakan paru-paruku
Tak ada sengatan matahari yang menggoda pori-pori kulitku
Mmhhh................ musim panas yang selalu kutunggu
Kutarik dan kuhembuskan nafas panjang
Seolah takut musim panas akan segera berakhir
Kugelar tikar miniku di atas rerumputan
Kuambil novel kesukaanku dan mulai membaca
Sesekali kualihkan pandanganku ke laut
Menikmati panorama biru indah menawan
Namun akhirnya aku tenggelam dalam isi cerita novel itu
Tak sadar hampir 2 jam aku di sana
Tanpa kutahu langitpun telah berubah jadi gelap
Astaga....... pasti sebentar lagi hujan akan turun
Aku tidak bawa payung
Segera kukemas barang-barangku
Setengah berlari kutinggalkan tempat itu
Dan tak salah, hujanpun turun dengan derasnya
Bagaikan tertuang , tertumpah dari tangan-tangan langit
Halilintar menggelegar dan kilat menyambar
Bergantian
Di sekitarku orang-orang yang berteduh kebingungan
Membicarakan perubahan cuaca di luar dugaan
Ya ..........inilah hidup
Segala sesuatu mungkin terjadi
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi
Tak ada yang tahu apa rencanaNya
Tak ada yang mengerti apa maksudNya
Namun bukankah bila kita tetap bersandar padaNya
Berlutut bersimpuh serahkan hidup sepenuhnya
PadaNya, Tuhan pencipta alam semesta
Walaupun hujan deras membasahi kehidupan kita
Dia sudah siapkan tempat bernaung
Walaupun petir menggelegar bisingkan telinga
Dia sudah siapkan tangan untuk menutupnya
Walaupun musim dingin tiba
Dia sudah siapkan penghangatnya
Tak'kan ada lagi kebingungan
Tak'kan ada lagi kekuatiran
Tak'kan ada lagi kebimbangan
Tak'kan ada lagi keraguan
Tak'kan ada lagi kecemasan
Melalui curah hujan deras hari ini
Karyanya sungguh dahsyat dan penuh kuasa
Kiranya Dia sudah mencerahkan
Dan bukakan semua pintu hati dan pikiran
Akan adi kuasa Nya dalam kehidupan ini
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Nanko ,15 Juli 2001
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar