Mmhhh................terdengar helaan nafas berat
Berbantalkan tangan di tatami usang
Dibaringkannya tubuh penatnya
Malam ini pun berlalu begitu saja seusai kerja malamnya
Dimiringkannya tubuhnya ke kiri menghadap tembok
Suara hingar bingar mesin-mesin pachinko itu
Memekakkan telinga melelahkan jiwa
Tinggal jauh dari tanah air
Demi mencari sesuap nasi
Demi membantu adik-adik dan keluarga
Dia harus tinggalkan tanah air sebagai TKW
Dana terbatas menyebabkan dia memilih kamar ini
Namun tahun demi tahun , akhirnya mengakrabkan dirinya
Membaur bersama kebisingan mobil lalu lalang
Juga bunyi bising mesin pachinko itu
Bagaikan irama musik pelengkap kesehariannya
Tapi malam ini
Suara-suara itu malah membuatnya senewen
Tiba-tiba dia ingin melarikan diri ke kamar yang sepi
Matanya nyalang tak hendak lelap
Dilayangkannya pandangannya ke langit-langit kamar
Ingatannya menerawang kejadian siang tadi
Sahabatnya di negeri ini tergeletak tak berdaya
Karena achhhh..........
Ternyata kanker tulang tak kenal orang
Siapa saja akan diserangnya
Ya ternyata kanker itu telah menggerogotinya
Di salah satu sal perawatan Minami Kokuritsu Byouin
Maria Clara Sachiko Murakami , Sac-chan begitulah panggilannya
Teman setanah air, seiman dan sebaya
Kagum akan kepribadiannya yang tak kenal menyerah
Membuatnya menjadi dekat seperti saudara sendiri
Namanya memang sangat berbau Jepang
Begitulah kesannya saat berkenalan di bar Ai
Bar dimana dia harus kerja tambahan malam hari
Dan Sac-chan bekerja di sana juga untuk menyambung hidupnya
Juga membantu Mama- san pemilik bar Ai
Yang pernah tinggal di tanah air dan simpati padanya
Juga banyak menanam budi padanya
Sejak Sac-chan kehabisan bekal hidup yang dibawanya
Dari tanah Manado demi mencari jejak Otoo-san, Murakami
Yang meninggalkannya semasa Sac-chan balita
Kata Okaa-san dia pulang ke negaranya
Demi mematuhi perintah atasan Kempetai
Saat itu, Okaa-san hanya ditinggali sepucuk surat permintaan maaf
Dan sedikit bekal tanpa alamat
Selanjutnya Okaa-san hidup menderita banting tulang demi Sac-chan
Hingga Sac-chan tumbuh dewasa tak pernah sekalipun Okaa-san mengeluh
Dilaluinya kehidupan ini dengan gigih
Bersyukur selalu padaNya
Dia lalui semua pergumulan hidup bersamaNya
Sampai saat panggilanNya tiba
Hidup penuh perjuangan bersama Okaa-san
Mewariskan jiwa tak kenal putus asa
Walaupun tak ada bekal warisan harta
Tapi dia neninggalkan warisan iman yang luarbiasa
Seorang wanita cantik, menarik seperti Sac-chan
Hanya berbekal ijazah SMA tanah air
Apa artinya di rantau di negeri sakura ini
Berat dan penuh godaan
Sering dia menangis dan mengadu di altar gereja
Namun pesan Okaa-san untuk menemukan Otoo-san nya
Membulatkan tekad tak menyerah dalam doa dan usaha
Hari libur kerja digunakan untuk mencari informasi Otoo-san
Belakangan ini Sac-chan sering kesakitan
Makin hari tempurung lututnya terasa perih dan membengkak biru
Terseok-seok dia kupapah periksa ke Minami Kokuritsu Byouin
Tubuhnya lemas dan bergetar menahan tangis
Melalui sekian lama pemeriksaan yang menyakitkan
Saat dokter memvonis-nya kanker tulang
Tak ada pilihan selain meng-amputasi kakinya
Sebelum menjalar ke tempat lainnya
Sac-chan minta waktu memikirkannya
Saat kalut dan bimbang ingatlah berdoa
Serahkan semua penderitaanmu kepadaNya
Demikianlah dulu Okaa-san memberinya nasihat
Sac-chan yakin Tuhan akan membantunya
Sac-chan percaya, kasih Allah lebih besar dari sakitnya
Semangat iman Sac-chan yag tak pernah pudar
Membuatnya terenyuh dan berjanji
Apapun yang terjadi, dia akan selalu di samping Sac-chan
Secepatnya dia akan membantu mencari Otoo-san
Dia begitu yakin, akan menemukan Murakami-san
Tuhan pasti akan terangi jalan Sac-chan
Karena musuh terbesar bukanlah kankernya itu
Melainkan keputus-asaan itu sendiri
Melalui Sac-chan sahabatnya itu
Dia belajar mengenal Tuhan lebih dekat lagi
Imannya tumbuh dan berkembang
Dia yakin sekarang Tuhan tak akan tinggalkan anakNya
Pasti ada jalan keluar untuk temukan Otoo-san
Pasti ada jalan kesembuhan untuk Sac-chan
Pasti ada........
Dia berdoa dan memohon
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 15 Juni 2001
Kamus Bebas:
Tatami = tikar jerami lantai rumah Jepang
San = panggilan hormat, Mr, Mrs, Ms
Sac-chan= nick name untuk Sachiko- San
Ai =kasih
Otoo-san=panggilan untuk Ayah
Okaa-san=panggilan untuk Ibu
Mama-san = wanita pemilik bar
Kempetai = tentara Jepang jaman penjajahan
Byouin = rumah sakit
Minami Kokuritsu Byouin = RS Minami Kokuritsu
Murakami-san = Bapak Murakami
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar