Puncak musim dingin bekukan tubuhku
Angin dingin menyapu menusuk tulang
Membuat perih mata menyakitkan telinga
Tiupan hembusan angin dingin
Membuat hati dibelit rasa kelu
Jari-jari tanganku terasa sakit keras membeku
Namun ach.....tak kuperdulikan dinginnya malam ini
Kukayuh sepeda ontel tuaku menembus kepekatan
Tak banyak lagi kendaraan lalu lalang
Kulirik jam tanganku ternyata jam 11 malam
Bbrrrr........gigi gemeretuk menahan hempasan angin
Kutarik mantel dinginku semakin rapat menutupi tubuh
Tanpa berikan kesempatan angin 'tuk membelainya
Sebagian penghuni bumi tentu telah lelap dalam buaian malam
Lainnya mungkin masih menyaksikan penayangan TV favorit
Bercengkrama bersama keluarga yang dikasihi
Sambil menghangatkan badan di dekat perapian
Atau bersenda gurau bersama teman rekan
Atau belajar 'tuk persiapkan diri
Pekerja malam pasti sibukkan diri selesaikan tugas
Di kota besar mungkin rasa dingin sudah tidak terasa
Kehidupan malam berlangsung tak henti hingga pagi menjelang
Namun di kota kecil tepatnya sebuah desa tempatku bertugas
Hanya kesepian datang menjenguk malam
Mencekam membalut diri
Suara binatangpun sepi tak terdengar
Bersembunyi dan hangatkan diri dalam gua perlindungan
Sambil menunggu datangnya pergantian musim
Saat-saat ini sungguh terasa berat bagiku
Pondokan tempat tinggalku hanyalah apartemen tua
Tak beda rumah Oshin dalam film drama Jepang
Kisi-kisi celah lubang mengantar angin dingin menggoda tubuhku
Membuatku semakin kedinginan semakin kesepian
Membuatku tak betah lewatkan malam ini di sana
Waktu begitu saja berlalu dalam kesibukanku
Tak ada waktu bergaul tegur sapa dengan lainnya
Tak ada waktu berbaur menyebar kasih rahmatNya
Aku sudah menjadi manusia robot
Tanpa sadar terprogram tuk selesaikan tugas duniawi
Seolah tak ada pilihan selain "harus menjalankan"
Namun Dia mengingatkan keterbatasanku sebagai seorang manusia
Beberapa bulan terisolir, membuatku kelelahan
Semua terasa tak berarti, kosong dan hampa
Kelihatannya aku butuh istirahat
Rohaniku haus akan belaian dan jamahan tanganNya
Dan........
Aku sudah tiba di depan gereja tua ini
Sepi mencekam, tentu saja tak ada seorangpun di sana
Pertama kalinya kuinjakkan kakiku ke rumahmu Bapa
Setelah sekian lama bertugas di desa ini
Sebuah bangunan konkrit kokoh namun bersahaja
Gereja paling sederhana yang pernah kulihat sepanjang hidupku
Pohon pinus di sekeliling menjulang tinggi seakan memeluk menghangatkannya
Deritan bunyi besi tua pintu gereja menggigit telinga saat kubuka
Cahaya lampu jalanan masih sanggup menembus menerangi ruangan
Kulayangkan pandangan ke seluruh ruangan itu
Di dindingnya terhias patung tembaga Yesus disalib
Aku berlutut dan memandang haru ke wajah damai itu
Karisma pesona deritaNya membuat hati bergetar menahan pilu
Airmata menetes mengalir deras tak terbendung
Tuhan, maafkan aku ini
Sekian lama kulupakan kehadiranMu
Kuhabiskan waktu sia-sia penuh kegersangan hanya 'tuk kepentinganku
Tak ada hari berlalu dengan doa kepadaMu
Tak ada kasih berbagi bersamaMu
Tak sempat bersyukur mengingat berkat-berkatMu
Tak ada waktu lagi membaca dan merenungkan FirmanMu
Dan malam ini menjelang Paskah
Teringat diriku atas penderitaanMu di kayu salib
Demi menebus membebaskan dosa-dosa kami ini
Terimakasih atas berkatMu Tuhan
Kau sudah ingatkan diriku kembali
Kuberjanji untuk perbaiki diri
Memutar memacu roda-roda iman
Menggerakkan hati berbagi kasih dengan sesama
Saat sadar akan keberadaanku karena rahmatNya
Terasa pelukan damai hangati hatiku menerima berkatNya
Semangat baru imanku lumerkan kebekuan dinginnya malam
Di luar salju bagaikan kapas turun perlahan
Namun tak kurasakan lagi kedinginan yang menyelimuti malam
Kuulurkan ke dua tanganku menangkap butiran lembut salju
Yang jatuh ke tanganku
Kutersenyum hangat menerima berkatNya ini
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Gereja Suminoe, 28 feb 2002
Jumat, 29 Agustus 2008
16. Abadikan Natal di Hati Kami
Meriah suasana di rumah Tuhan
Genta gereja berayun berdentang riang
Pada perayaan Natal hari ini
Semua orang tersenyum gembira
Lupa duka selimuti hari-hari lalu
Lenyapkan bara hati yang tersimpan lama
Gantikan duka diri dengan suka cita
Bersalam sapa berona kasih damai
Bawa sukacita tak berkesudahan
Kanta Natal syahdu terdengar
Iringi irama menawan sukma
Damaipun penuhi jiwa dan raga
Datang menyongsong , mengarak, mengelukan kedatangannya
Ya Tuhan Maha Pengasih
Terimakasih atas berkat luarbiasaMu ini
Engkau telah mengutus Putra TunggalMu
Menyelamatkan kami yang penuh dosa ini
Ya Tuhan Maha Penyayang
Kami mohon berkat dan karuniaMu
Walau Natal tahun ini akan segera berlalu
Tetaplah hadirkan arti Natal Abadi di hati kami
Siapkan palungan "Kasih Kristus"dalam kalbu kami
Sediakan selalu ruang "Damai" yang luas
Tutup rapat jendela rumah hati kami dari hembusan angin kebencian
Jangan biarkan lara dengki datang mencekam
Tapi bukalah lebar pintunya
Tuk selalu siap sambut kehadiran Roh Kudus
Saling memberi dan menerima kasih
Saling menguatkan saling memaafkan
Biarkan pesona bintang damai berkelip bercahaya abadi
Bersinar berbias aura ceria Natal yang kekal
Bawa sejahtera sentosa di bumi pertiwi ini
Terimakasih Tuhan
Amien
PS
Untuk teman-teman semua khususnya keluarga katolik Kansai
Selamat hari Natal
KekudusanNya akan menyucikan jiwa kita semua
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 18 Desember 2001
Genta gereja berayun berdentang riang
Pada perayaan Natal hari ini
Semua orang tersenyum gembira
Lupa duka selimuti hari-hari lalu
Lenyapkan bara hati yang tersimpan lama
Gantikan duka diri dengan suka cita
Bersalam sapa berona kasih damai
Bawa sukacita tak berkesudahan
Kanta Natal syahdu terdengar
Iringi irama menawan sukma
Damaipun penuhi jiwa dan raga
Datang menyongsong , mengarak, mengelukan kedatangannya
Ya Tuhan Maha Pengasih
Terimakasih atas berkat luarbiasaMu ini
Engkau telah mengutus Putra TunggalMu
Menyelamatkan kami yang penuh dosa ini
Ya Tuhan Maha Penyayang
Kami mohon berkat dan karuniaMu
Walau Natal tahun ini akan segera berlalu
Tetaplah hadirkan arti Natal Abadi di hati kami
Siapkan palungan "Kasih Kristus"dalam kalbu kami
Sediakan selalu ruang "Damai" yang luas
Tutup rapat jendela rumah hati kami dari hembusan angin kebencian
Jangan biarkan lara dengki datang mencekam
Tapi bukalah lebar pintunya
Tuk selalu siap sambut kehadiran Roh Kudus
Saling memberi dan menerima kasih
Saling menguatkan saling memaafkan
Biarkan pesona bintang damai berkelip bercahaya abadi
Bersinar berbias aura ceria Natal yang kekal
Bawa sejahtera sentosa di bumi pertiwi ini
Terimakasih Tuhan
Amien
PS
Untuk teman-teman semua khususnya keluarga katolik Kansai
Selamat hari Natal
KekudusanNya akan menyucikan jiwa kita semua
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 18 Desember 2001
15. Dari Jendela Surga Rumah Tuhan IKUNO
Pintu itu terkuak terbuka lebar
Sinar matahari pagi perlahan membias
Cahayanya tembus sinari altar gereja
Di kejauhan terlihat pohon-pohon pinus tegak menjulang
Membentuk untaian gunung hijau
Putihnya kilauan arakan awan putih
Bagai kapas hiasi langit biru membentang
Bersamaan 2 ekor elang terbang berkejaran
Berputar menyambar pucuk-pucuk pohon pinus
Bunga kosmospun bermekaran berwarna warni
Bunga perdu lainnyapun turut mekar ramaikan suasana
Harmoni itu berpadu menyatu
Sangat indah untuk dilukiskan
Sangat sulit diungkapkan dalam kata
Bagaikan lukisan surga dalam khayalku
Terpampang nyata di hadapan mata
Suara gemericik air sungai mengalir
Menambah khusuknya suasana di dalam gereja
Tuhan, terimakasih ya......
Engkau sudah tunjukkan semua keindahan ini
Kau perlihatkan yang namanya alam semesta
Sehingga membuka kembali jendela hatiku
Yang tertutup rapat tanpa celah tanpa antara
Beku terpaku erat terkunci rapi
Oleh badai kehidupan serasa tak habisnya
Datang meniup kuat mendera sanubari
Melalui keindahan di sekelilingku ini
Suatu berkat nyata timbul kembali
Setelah harapan-harapan yang sempat pupus
Hilang bersama deraan godaaan hidup
Terimakasih Tuhan untuk berkatMu ini
Kusadar ..........
Kau tak pernah tinggalkan aku sendirian
Karena Kau sudah perlihatkan kuasaMu ini
Kutahu..............
Kutakkan pernah berjalan sendiri lagi
Tak pernah!!!!!!!
Kuyakin Kau akan selalu menemaniku
Yoroshiku Onegaishimasu Tuhan
Terimakasih Tuhan
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy
Gereja Katolik IKUNO, 9 September 2001
Sinar matahari pagi perlahan membias
Cahayanya tembus sinari altar gereja
Di kejauhan terlihat pohon-pohon pinus tegak menjulang
Membentuk untaian gunung hijau
Putihnya kilauan arakan awan putih
Bagai kapas hiasi langit biru membentang
Bersamaan 2 ekor elang terbang berkejaran
Berputar menyambar pucuk-pucuk pohon pinus
Bunga kosmospun bermekaran berwarna warni
Bunga perdu lainnyapun turut mekar ramaikan suasana
Harmoni itu berpadu menyatu
Sangat indah untuk dilukiskan
Sangat sulit diungkapkan dalam kata
Bagaikan lukisan surga dalam khayalku
Terpampang nyata di hadapan mata
Suara gemericik air sungai mengalir
Menambah khusuknya suasana di dalam gereja
Tuhan, terimakasih ya......
Engkau sudah tunjukkan semua keindahan ini
Kau perlihatkan yang namanya alam semesta
Sehingga membuka kembali jendela hatiku
Yang tertutup rapat tanpa celah tanpa antara
Beku terpaku erat terkunci rapi
Oleh badai kehidupan serasa tak habisnya
Datang meniup kuat mendera sanubari
Melalui keindahan di sekelilingku ini
Suatu berkat nyata timbul kembali
Setelah harapan-harapan yang sempat pupus
Hilang bersama deraan godaaan hidup
Terimakasih Tuhan untuk berkatMu ini
Kusadar ..........
Kau tak pernah tinggalkan aku sendirian
Karena Kau sudah perlihatkan kuasaMu ini
Kutahu..............
Kutakkan pernah berjalan sendiri lagi
Tak pernah!!!!!!!
Kuyakin Kau akan selalu menemaniku
Yoroshiku Onegaishimasu Tuhan
Terimakasih Tuhan
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy
Gereja Katolik IKUNO, 9 September 2001
14. Sebagai Prajurit Allah
Rasa haru membias di hati
Sekian lama berjalan denganNya
Berbicara, mengadu dan bertanya
Hingga keputusan akhir kini telah tiba
Titik penentuan jalan hidup baru
Hati yang teguh dan kuat
Hayati panggilan imamat
Tanpa keraguan menoleh ke belakang
Tak terusik godaan iman
Tujuan akhir dalam kehidupanmu
Siap selalu sebagai prajurit di medan kehidupan
Bagai iklan cocacola
Ditempatkan dimana dan kapan saja
Dalam posisi dan situasi apapun jua
Tanpa pretensi ambisi
Berharap yang tidak diharapkan
Tidak mengharapkan apapun juga
Selain memberikan yang terbaik untukNya
Selalu siap hadapi keadaan yang terburuk
Abdikan diri penuh untuk layani umatNya
Tanpa ada kecewa maupun luka
Selamat berjuang melawan kodrat manusiawi
Mengemban tugas mulia, misi dan visi adikodrati
Berbeda dengan tugas apapun di dunia fana ini
Selamat jalan menuju altar gereja
Selamat berkarya sebagai prajurit Allah
Selamat bertugas sebagai pembawa kabar gembira
Selamat bekerja sebagai gembala umat
Selamat bersinar bagai cermin kami
Berkilau menjadi teladan kawanan dombaNya
Kiranya Tuhan selalu memberkati
Salam dan doaku,
Jazzy, Osaka, 26 Juli 2001
Untuk Rm Jerome, Rm Syl, Rm Har, Rm Fol, Rm Gerry ,Str Lucy
Terimakasih untuk bantuan doa dan kebersamaan selama di Jepang
Sekian lama berjalan denganNya
Berbicara, mengadu dan bertanya
Hingga keputusan akhir kini telah tiba
Titik penentuan jalan hidup baru
Hati yang teguh dan kuat
Hayati panggilan imamat
Tanpa keraguan menoleh ke belakang
Tak terusik godaan iman
Tujuan akhir dalam kehidupanmu
Siap selalu sebagai prajurit di medan kehidupan
Bagai iklan cocacola
Ditempatkan dimana dan kapan saja
Dalam posisi dan situasi apapun jua
Tanpa pretensi ambisi
Berharap yang tidak diharapkan
Tidak mengharapkan apapun juga
Selain memberikan yang terbaik untukNya
Selalu siap hadapi keadaan yang terburuk
Abdikan diri penuh untuk layani umatNya
Tanpa ada kecewa maupun luka
Selamat berjuang melawan kodrat manusiawi
Mengemban tugas mulia, misi dan visi adikodrati
Berbeda dengan tugas apapun di dunia fana ini
Selamat jalan menuju altar gereja
Selamat berkarya sebagai prajurit Allah
Selamat bertugas sebagai pembawa kabar gembira
Selamat bekerja sebagai gembala umat
Selamat bersinar bagai cermin kami
Berkilau menjadi teladan kawanan dombaNya
Kiranya Tuhan selalu memberkati
Salam dan doaku,
Jazzy, Osaka, 26 Juli 2001
Untuk Rm Jerome, Rm Syl, Rm Har, Rm Fol, Rm Gerry ,Str Lucy
Terimakasih untuk bantuan doa dan kebersamaan selama di Jepang
13. Rencana DIA
Tepat jam 4:00 sore
Matahari masih tersenyum hangat
Aku melenggang santai di dermaga Nanko
Angin sepoi uraikan lambaikan rambutku
Bau air laut segarkan paru-paruku
Kurentangkan tanganku selebar-lebarnya
Dan kuhirup udara laut dalam-dalam
Lega dan segar rasanya
Udara sangat cerah
Langit biru terang tak berawan
Burung di laut berkicau bersahutan
Diiringi deburan ombak memecah ke tepian
Beberapa kapal hilir mudik membawa penumpang
Menuju arah tempat tujuan
Muda mudi bersenda gurau memadu kasih
Anak-anak bermain, berlarian , berteriak gembira
Orang tua duduk bersantai ria menikmati alam
Ya........... musim panas telah tiba
Musim yang selalu mengingatkanku akan kampung halaman
Tinggalkan musim dingin yang sangat tidak kusuka
Tinggalkan perlengkapan tebal dan berat di tubuh
Tak ada juga bau laut yang legakan paru-paruku
Tak ada sengatan matahari yang menggoda pori-pori kulitku
Mmhhh................ musim panas yang selalu kutunggu
Kutarik dan kuhembuskan nafas panjang
Seolah takut musim panas akan segera berakhir
Kugelar tikar miniku di atas rerumputan
Kuambil novel kesukaanku dan mulai membaca
Sesekali kualihkan pandanganku ke laut
Menikmati panorama biru indah menawan
Namun akhirnya aku tenggelam dalam isi cerita novel itu
Tak sadar hampir 2 jam aku di sana
Tanpa kutahu langitpun telah berubah jadi gelap
Astaga....... pasti sebentar lagi hujan akan turun
Aku tidak bawa payung
Segera kukemas barang-barangku
Setengah berlari kutinggalkan tempat itu
Dan tak salah, hujanpun turun dengan derasnya
Bagaikan tertuang , tertumpah dari tangan-tangan langit
Halilintar menggelegar dan kilat menyambar
Bergantian
Di sekitarku orang-orang yang berteduh kebingungan
Membicarakan perubahan cuaca di luar dugaan
Ya ..........inilah hidup
Segala sesuatu mungkin terjadi
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi
Tak ada yang tahu apa rencanaNya
Tak ada yang mengerti apa maksudNya
Namun bukankah bila kita tetap bersandar padaNya
Berlutut bersimpuh serahkan hidup sepenuhnya
PadaNya, Tuhan pencipta alam semesta
Walaupun hujan deras membasahi kehidupan kita
Dia sudah siapkan tempat bernaung
Walaupun petir menggelegar bisingkan telinga
Dia sudah siapkan tangan untuk menutupnya
Walaupun musim dingin tiba
Dia sudah siapkan penghangatnya
Tak'kan ada lagi kebingungan
Tak'kan ada lagi kekuatiran
Tak'kan ada lagi kebimbangan
Tak'kan ada lagi keraguan
Tak'kan ada lagi kecemasan
Melalui curah hujan deras hari ini
Karyanya sungguh dahsyat dan penuh kuasa
Kiranya Dia sudah mencerahkan
Dan bukakan semua pintu hati dan pikiran
Akan adi kuasa Nya dalam kehidupan ini
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Nanko ,15 Juli 2001
Matahari masih tersenyum hangat
Aku melenggang santai di dermaga Nanko
Angin sepoi uraikan lambaikan rambutku
Bau air laut segarkan paru-paruku
Kurentangkan tanganku selebar-lebarnya
Dan kuhirup udara laut dalam-dalam
Lega dan segar rasanya
Udara sangat cerah
Langit biru terang tak berawan
Burung di laut berkicau bersahutan
Diiringi deburan ombak memecah ke tepian
Beberapa kapal hilir mudik membawa penumpang
Menuju arah tempat tujuan
Muda mudi bersenda gurau memadu kasih
Anak-anak bermain, berlarian , berteriak gembira
Orang tua duduk bersantai ria menikmati alam
Ya........... musim panas telah tiba
Musim yang selalu mengingatkanku akan kampung halaman
Tinggalkan musim dingin yang sangat tidak kusuka
Tinggalkan perlengkapan tebal dan berat di tubuh
Tak ada juga bau laut yang legakan paru-paruku
Tak ada sengatan matahari yang menggoda pori-pori kulitku
Mmhhh................ musim panas yang selalu kutunggu
Kutarik dan kuhembuskan nafas panjang
Seolah takut musim panas akan segera berakhir
Kugelar tikar miniku di atas rerumputan
Kuambil novel kesukaanku dan mulai membaca
Sesekali kualihkan pandanganku ke laut
Menikmati panorama biru indah menawan
Namun akhirnya aku tenggelam dalam isi cerita novel itu
Tak sadar hampir 2 jam aku di sana
Tanpa kutahu langitpun telah berubah jadi gelap
Astaga....... pasti sebentar lagi hujan akan turun
Aku tidak bawa payung
Segera kukemas barang-barangku
Setengah berlari kutinggalkan tempat itu
Dan tak salah, hujanpun turun dengan derasnya
Bagaikan tertuang , tertumpah dari tangan-tangan langit
Halilintar menggelegar dan kilat menyambar
Bergantian
Di sekitarku orang-orang yang berteduh kebingungan
Membicarakan perubahan cuaca di luar dugaan
Ya ..........inilah hidup
Segala sesuatu mungkin terjadi
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi
Tak ada yang tahu apa rencanaNya
Tak ada yang mengerti apa maksudNya
Namun bukankah bila kita tetap bersandar padaNya
Berlutut bersimpuh serahkan hidup sepenuhnya
PadaNya, Tuhan pencipta alam semesta
Walaupun hujan deras membasahi kehidupan kita
Dia sudah siapkan tempat bernaung
Walaupun petir menggelegar bisingkan telinga
Dia sudah siapkan tangan untuk menutupnya
Walaupun musim dingin tiba
Dia sudah siapkan penghangatnya
Tak'kan ada lagi kebingungan
Tak'kan ada lagi kekuatiran
Tak'kan ada lagi kebimbangan
Tak'kan ada lagi keraguan
Tak'kan ada lagi kecemasan
Melalui curah hujan deras hari ini
Karyanya sungguh dahsyat dan penuh kuasa
Kiranya Dia sudah mencerahkan
Dan bukakan semua pintu hati dan pikiran
Akan adi kuasa Nya dalam kehidupan ini
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Nanko ,15 Juli 2001
12. Bila Sebuah Alkitab Berbicara
Biasanya aku digeletakkan begitu saja
Sembarangan diam menyudut
Di pojok sumpek laci meja belajarnya
Berdesakan bersama setumpukan surat dan alat tulis lainnya
Nilaiku tak beda dengan teman lainnya itu
Padahal sejarahku termasuk yang istimewa
Aku diberikan padanya sebagai hadiah saat ultahnya
Dari seseorang yang sangat mencintainya
Seseorang yang mengenalkan dia akan hadiratNya
Di mukaku ditempelkan pesan kata-kata indah
"GOD'S PROMISES ARE TRUE"
Saat-saat manis itu, aku selalu dibawa ke rumah Bapaku
Berbagi pengalaman bersama teman lain di gereja
Saat senggang aku diraih, dibuka, dielus perhalaman
Dibahas , diajak bicara, ditatap , dipuji
Ayat-ayatku terutama Mazmur adalah favoritnya
Isinyalah terpanjang memuji Bapa di surga
Kadang dia menghafal isi Mazmur-ku
Menyanyikannya dalam pujian-pujian
Diiringi sentuhan jari pada tuts piano
Saat-saat yang bahagia dan menyenangkan
Akupun sangat senang bisa menunaikan tugasku
Namun ......tak ada yang kekal
Hubunganku dengannya telah berubah
Tak semanis dulu lagi
Nasibku jadi tak menentu
Terabaikan begitu saja
Tercampakkan tak berdaya
Betapa ingin kumenjerit
Jangan acuhkan diriku
Jangan abaikan keberadaanku
Raihlah dan bacalah aku
Jadikanlah Firman Tuhan sebagai rema dalam hidupmu
Aku akan menjadi panduan sepanjang perjalanan hidupmu
Jadikanlah aku sahabatmu selalu
Siap menuntun memberikan pengertian dan makna
Kehidupan bahagia menanti bila bersama Bapa di surga
Kuteringat saat Natal menjelang
Akupun dipajang rapi menghias rak buku di ruang keluarga
Bersatu bersama teman-teman penuntun semangat rohani lainnya
Bau wangi kue boneka jahe dibakar lengket menyatu tubuh kami
Hm......sungguh masa-masa penuh kenangan tak terlupakan
Dalam menyambut pesta hari kelahiranNya
Persekutuan Doa Syukur atas lahirnya Juru Selamat Dunia
Kupun mendapat tugas membawakan tuntunan bagi mereka
Tatkala pesta perpisahanpun usai
Aku tidak sedih karena tugasku seperti juga buyut-buyut lain
Siap setia selalu ditempatkan di mana saja
Bagai prajurit yang selalu siaga di arena
Aku berharap bahwa halamanku akan semakin lusuh
Sebagai tanda kusudah tunaikan tugas
Dan bersama berjalannya waktu
Roh Kudus hadir sadarkan kembali dirinya
Dia mulai membuka halaman-halaman tubuhku
Dan tersenyum berdoa ucapkan terimakasih atas kesetiaanku
Lalu.......sebagai bonus
Dia juga memberiku sampul "patch work" yang indah
Penuh warna warni lembut bermakna
Berkat syukur atas kehadiratMu Tuhan
Ijinkanlah aku boleh menemani perjalanan hidupnya selalu
Sampai kembali ke pangkuanMu Tuhan
Terimakasih Tuhan
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, 11 Juli 2001
Sembarangan diam menyudut
Di pojok sumpek laci meja belajarnya
Berdesakan bersama setumpukan surat dan alat tulis lainnya
Nilaiku tak beda dengan teman lainnya itu
Padahal sejarahku termasuk yang istimewa
Aku diberikan padanya sebagai hadiah saat ultahnya
Dari seseorang yang sangat mencintainya
Seseorang yang mengenalkan dia akan hadiratNya
Di mukaku ditempelkan pesan kata-kata indah
"GOD'S PROMISES ARE TRUE"
Saat-saat manis itu, aku selalu dibawa ke rumah Bapaku
Berbagi pengalaman bersama teman lain di gereja
Saat senggang aku diraih, dibuka, dielus perhalaman
Dibahas , diajak bicara, ditatap , dipuji
Ayat-ayatku terutama Mazmur adalah favoritnya
Isinyalah terpanjang memuji Bapa di surga
Kadang dia menghafal isi Mazmur-ku
Menyanyikannya dalam pujian-pujian
Diiringi sentuhan jari pada tuts piano
Saat-saat yang bahagia dan menyenangkan
Akupun sangat senang bisa menunaikan tugasku
Namun ......tak ada yang kekal
Hubunganku dengannya telah berubah
Tak semanis dulu lagi
Nasibku jadi tak menentu
Terabaikan begitu saja
Tercampakkan tak berdaya
Betapa ingin kumenjerit
Jangan acuhkan diriku
Jangan abaikan keberadaanku
Raihlah dan bacalah aku
Jadikanlah Firman Tuhan sebagai rema dalam hidupmu
Aku akan menjadi panduan sepanjang perjalanan hidupmu
Jadikanlah aku sahabatmu selalu
Siap menuntun memberikan pengertian dan makna
Kehidupan bahagia menanti bila bersama Bapa di surga
Kuteringat saat Natal menjelang
Akupun dipajang rapi menghias rak buku di ruang keluarga
Bersatu bersama teman-teman penuntun semangat rohani lainnya
Bau wangi kue boneka jahe dibakar lengket menyatu tubuh kami
Hm......sungguh masa-masa penuh kenangan tak terlupakan
Dalam menyambut pesta hari kelahiranNya
Persekutuan Doa Syukur atas lahirnya Juru Selamat Dunia
Kupun mendapat tugas membawakan tuntunan bagi mereka
Tatkala pesta perpisahanpun usai
Aku tidak sedih karena tugasku seperti juga buyut-buyut lain
Siap setia selalu ditempatkan di mana saja
Bagai prajurit yang selalu siaga di arena
Aku berharap bahwa halamanku akan semakin lusuh
Sebagai tanda kusudah tunaikan tugas
Dan bersama berjalannya waktu
Roh Kudus hadir sadarkan kembali dirinya
Dia mulai membuka halaman-halaman tubuhku
Dan tersenyum berdoa ucapkan terimakasih atas kesetiaanku
Lalu.......sebagai bonus
Dia juga memberiku sampul "patch work" yang indah
Penuh warna warni lembut bermakna
Berkat syukur atas kehadiratMu Tuhan
Ijinkanlah aku boleh menemani perjalanan hidupnya selalu
Sampai kembali ke pangkuanMu Tuhan
Terimakasih Tuhan
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, 11 Juli 2001
11. Anak-Anak Malam
"Mbak, koran ........Mbak.......!!!"
Suara nyaring dan penuh semangat bangunkan lamunanku
Virus 6 L lesu, letih , lemah, lelah, lemas , loyo plus L negatif lainnya
Merasuk dan gayuti seluruh jiwa dan raga
Kenyataan hidup seolah tak ingin bersahabat denganku
Pekerjaanku, cintaku ach.........
Huh.........kubuang jauh hembusan nafas sesal
Lelah membuat proposal untuk tender itu
Jadi lesu setelah ditolak dibubuhi kata berpanah racun
Menusuk menoreh meninggalkan luka menganga
Turun gaji bila sukses tidak kuraih
Keluar bila tak sanggup menangkan tender
Lemas pikirkan 2 bulan tunggakan kamar
Ditambah kata-kata mutiara tambahan Ibu kost
Bila tak lunas akhir bulan silahkan angkat kaki
Huuhh.......lalu aku harus lari kemana lagi
Lemah badan karena sudah 3 hari begadang
Berjuang demi perusahaan dan juga diri sendiri
Saat ingin berbagi duka bersama dia
Malah jadi letih berargumentasi
Dia katakan juga sudah bosan dan lelah bersamaku
Merasa tak mampu menampung segudang persoalanku
Aduhhh Tuhan.......kejam nian hidup ini
Ampun Tuhan, apa artinya semua ini
Bukankah tiap Minggu kuberbakti padamu
Kutak pernah berbuat jahat rugikan orang lain
Kuberusaha hidup jujur sesuai perintahMu
Tapi mengapa harus kualami kepahitan ini
Serasa sudah jatuh ketimpa tangga pula
Sakit nyeri sekali........sedihhhh.........
Frustrasi........ dan penghuni bonbinpun
Mulai lancar menari keluar dari mulut
Sumpah serapahpun jadi pengganti doa
Ingin rasanya menjerit dan teriak sepuas hati
Tak terasa sungai airmatapun mengalir tanpa hambatan
Mata tebal dan sembab pasti hiasi wajah
Kulirik ayam goreng kuning kesukaanku
Biasanya cukup menghibur dan mengusik nafsu makan
Masih teronggok utuh terhidang di depanku
Kulirik jam tanganku
Jarum pendeknya menunjukkan angka tujuh malam
Namun perutku samasekali tidak tunjukkan isyarat lapar
Suara nyaring itu kembali menyapaku
"Mbak , ini sisa koran edisi baru Mbak.....!
Potong 1,000 juga n'dak papa Mbak, beli ya Mbak...."
Kudongakkan kepala dan menatap ke arahnya
Di hadapanku berdiri seorang bocah kecil
Bersama beberapa kawan sebayanya hilir mudik
Melambaikan menawarkan koran yang dipegangnya
Memakai kaos usang yang sudah aus dimakan waktu
Celana hitamnya robek dan bolong
Sandal jepitpun putus bercantolkan kancing peniti
Bekas luka sana sini hiasi lututnya
Di bahunya terselempang tas panjang lusuh kain lurik
Berisikan sisa koran yang belum laku terjual
Suaranya bersemangat, matanya bening dan polos
Membuatku menaruh perhatian padanya
Darimana anak-anak malam ini
Mengapa mereka ada di sini
Seusia mereka menjadi loper koran
Bukankah seharusnya belajar dan bermain di rumah
Membagi kasih bersantai bersama keluarga
Tapi kenapa harus larut dalam kehidupan malam seperti ini
Namanya Anes, kependekan dari Yohanes
Lari ke tanah Jawa bersama keluarga ketika kemelut SARA
Dari Ambon manise yang tinggal menangise
Apa daya lari begitu saja tanpa cukup bekal uang
Terlunta terdampar di kota ini
Demi sesuap nasi, bantu Ayah Bunda mengais rejeki
"Kata Ibu, aku harus tabah Mbak
Aku harus percaya Tuhan, Mbak
Tuhan sayang aku dan pasti kasih aku yang terbaik
Aku masih bisa sekolah koq.....",
Banyak lagi celotehnya ketika kutanya
Aku tak dapat menahan rasa ingin tahuku
Mendengar cerita hidupnya
Kepolosan dan keluguan yakin akan hadirat Tuhan
Dimiliki oleh anak seusia dia
Luarbiasa........
Terharu, pedih, kagum berbaur jadi satu
Hatiku terasa bagai ditusuk , nyeri
Aku seolah diingatkan kembali
Bahwa Tuhan tidaklah tinggalkan aku
Tuhan juga sayang aku
Semua ujian hidup yang ada sekarang
Pasti ada maksudNya
Yang pasti membuatku jadi bertambah kuat
Tegar seperti Anes kecil yang penuh semangat
Pasti ada jalan keluar dari semua masalah ini
Kuambil koran dari tangan kecilnya
Kuangsurkan sisa uang yang ada dalam dompetku
Mata bening itu berbinar penuh syukur
"Makasih Mbak," ucapnya sambil memasukkan uang ke sakunya
Kuanggukkan kepala padanya , tersenyum
Anes kecil si anak malam, anak Tuhan
Tuhan pasti selalu akan lindungi dirinya
Dan aku sungguh merasa terselamatkan
Bersyukur atas pertemuan ini
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 4 Juli 2001
Suara nyaring dan penuh semangat bangunkan lamunanku
Virus 6 L lesu, letih , lemah, lelah, lemas , loyo plus L negatif lainnya
Merasuk dan gayuti seluruh jiwa dan raga
Kenyataan hidup seolah tak ingin bersahabat denganku
Pekerjaanku, cintaku ach.........
Huh.........kubuang jauh hembusan nafas sesal
Lelah membuat proposal untuk tender itu
Jadi lesu setelah ditolak dibubuhi kata berpanah racun
Menusuk menoreh meninggalkan luka menganga
Turun gaji bila sukses tidak kuraih
Keluar bila tak sanggup menangkan tender
Lemas pikirkan 2 bulan tunggakan kamar
Ditambah kata-kata mutiara tambahan Ibu kost
Bila tak lunas akhir bulan silahkan angkat kaki
Huuhh.......lalu aku harus lari kemana lagi
Lemah badan karena sudah 3 hari begadang
Berjuang demi perusahaan dan juga diri sendiri
Saat ingin berbagi duka bersama dia
Malah jadi letih berargumentasi
Dia katakan juga sudah bosan dan lelah bersamaku
Merasa tak mampu menampung segudang persoalanku
Aduhhh Tuhan.......kejam nian hidup ini
Ampun Tuhan, apa artinya semua ini
Bukankah tiap Minggu kuberbakti padamu
Kutak pernah berbuat jahat rugikan orang lain
Kuberusaha hidup jujur sesuai perintahMu
Tapi mengapa harus kualami kepahitan ini
Serasa sudah jatuh ketimpa tangga pula
Sakit nyeri sekali........sedihhhh.........
Frustrasi........ dan penghuni bonbinpun
Mulai lancar menari keluar dari mulut
Sumpah serapahpun jadi pengganti doa
Ingin rasanya menjerit dan teriak sepuas hati
Tak terasa sungai airmatapun mengalir tanpa hambatan
Mata tebal dan sembab pasti hiasi wajah
Kulirik ayam goreng kuning kesukaanku
Biasanya cukup menghibur dan mengusik nafsu makan
Masih teronggok utuh terhidang di depanku
Kulirik jam tanganku
Jarum pendeknya menunjukkan angka tujuh malam
Namun perutku samasekali tidak tunjukkan isyarat lapar
Suara nyaring itu kembali menyapaku
"Mbak , ini sisa koran edisi baru Mbak.....!
Potong 1,000 juga n'dak papa Mbak, beli ya Mbak...."
Kudongakkan kepala dan menatap ke arahnya
Di hadapanku berdiri seorang bocah kecil
Bersama beberapa kawan sebayanya hilir mudik
Melambaikan menawarkan koran yang dipegangnya
Memakai kaos usang yang sudah aus dimakan waktu
Celana hitamnya robek dan bolong
Sandal jepitpun putus bercantolkan kancing peniti
Bekas luka sana sini hiasi lututnya
Di bahunya terselempang tas panjang lusuh kain lurik
Berisikan sisa koran yang belum laku terjual
Suaranya bersemangat, matanya bening dan polos
Membuatku menaruh perhatian padanya
Darimana anak-anak malam ini
Mengapa mereka ada di sini
Seusia mereka menjadi loper koran
Bukankah seharusnya belajar dan bermain di rumah
Membagi kasih bersantai bersama keluarga
Tapi kenapa harus larut dalam kehidupan malam seperti ini
Namanya Anes, kependekan dari Yohanes
Lari ke tanah Jawa bersama keluarga ketika kemelut SARA
Dari Ambon manise yang tinggal menangise
Apa daya lari begitu saja tanpa cukup bekal uang
Terlunta terdampar di kota ini
Demi sesuap nasi, bantu Ayah Bunda mengais rejeki
"Kata Ibu, aku harus tabah Mbak
Aku harus percaya Tuhan, Mbak
Tuhan sayang aku dan pasti kasih aku yang terbaik
Aku masih bisa sekolah koq.....",
Banyak lagi celotehnya ketika kutanya
Aku tak dapat menahan rasa ingin tahuku
Mendengar cerita hidupnya
Kepolosan dan keluguan yakin akan hadirat Tuhan
Dimiliki oleh anak seusia dia
Luarbiasa........
Terharu, pedih, kagum berbaur jadi satu
Hatiku terasa bagai ditusuk , nyeri
Aku seolah diingatkan kembali
Bahwa Tuhan tidaklah tinggalkan aku
Tuhan juga sayang aku
Semua ujian hidup yang ada sekarang
Pasti ada maksudNya
Yang pasti membuatku jadi bertambah kuat
Tegar seperti Anes kecil yang penuh semangat
Pasti ada jalan keluar dari semua masalah ini
Kuambil koran dari tangan kecilnya
Kuangsurkan sisa uang yang ada dalam dompetku
Mata bening itu berbinar penuh syukur
"Makasih Mbak," ucapnya sambil memasukkan uang ke sakunya
Kuanggukkan kepala padanya , tersenyum
Anes kecil si anak malam, anak Tuhan
Tuhan pasti selalu akan lindungi dirinya
Dan aku sungguh merasa terselamatkan
Bersyukur atas pertemuan ini
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 4 Juli 2001
10. Untuk Yang Terluka
Dalam perjalanan hidup ini
Tidaklah mudah melupakan dan merelakan seseorang
Yang begitu dekat, begitu kita sayangi
Yang pernah menjadi tumpuan dan sandaran hidup
Yang pernah menjadi sumber segala energi hidup
Sumber air kehidupan mengaliri emosi diri
Matahari terasa lebih hangat menyinari hari-harimu
Menjadikan bunga-bunga mekar di rumah hatimu
Namun..........
Kehidupan tidak selalu berjalan mulus
Bila saat ini badai emosi hadir menerjang jiwa
Mendung kesedihan gelapi hidupmu
Bunga-bunga hati layu gugur di relung hati
Curahkan hujan airmata bila itu menenangkan jiwamu
Ombak kekecewaan dan kemarahan menggelora tinggi
Redakan dengan derasan doa yang tak berkeputusan
Menjadi embun penyejuk bagi jiwa merana-mu
Sirami kembali bunga-bunga di hatimu
Hanya dengan DOA
Yakinlah bahwa badai itu pasti berlalu
Mendungpun tak selamanya kelabu
Jangan pernah lupa Dia tak pernah tinggalkan dirimu
Sekejappun, sedetikpun
Dia takkan biarkanmu melangkah sendirian
Datanglah selalu padaNya
Mohon bantuan dan pertolonganNya
Untuk selalu pegang dan pimpin tanganmu
Mintalah agar pintu hati dibuka kembali
Menerima rancangan pelangi harapan baru
Sebagai jembatan kehidupan barumu itu
Jangan pernah sesali apa yang sudah berlalu
Karena hidup ini tak hanya satu warna saja
Indah bila dipenuhi segala macam warna
Membuatmu belajar tumbuh menjadi dewasa
Kuat menghadapi kenyataan hidup
Berjalanlah selalu dan senantiasa
BersamaNya melewati lembah suka dan duka
Menuju puncak cahaya terang kebahagiaan
Bersyukurlah atas seluruh hal yang kau terima
Percayalah Dia mengijinkan semua ini terjadi
Pasti ada hikmahNya
Suatu saat kelak pasti bisa mengerti
Segala kejadian dalam hidup
Terimalah dengan ikhlas
Lepaslah dengan ikhlas
Semua ada waktuNya
Bersiaplah selalu bersama DIA
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka ,2 Juli 2001
Tidaklah mudah melupakan dan merelakan seseorang
Yang begitu dekat, begitu kita sayangi
Yang pernah menjadi tumpuan dan sandaran hidup
Yang pernah menjadi sumber segala energi hidup
Sumber air kehidupan mengaliri emosi diri
Matahari terasa lebih hangat menyinari hari-harimu
Menjadikan bunga-bunga mekar di rumah hatimu
Namun..........
Kehidupan tidak selalu berjalan mulus
Bila saat ini badai emosi hadir menerjang jiwa
Mendung kesedihan gelapi hidupmu
Bunga-bunga hati layu gugur di relung hati
Curahkan hujan airmata bila itu menenangkan jiwamu
Ombak kekecewaan dan kemarahan menggelora tinggi
Redakan dengan derasan doa yang tak berkeputusan
Menjadi embun penyejuk bagi jiwa merana-mu
Sirami kembali bunga-bunga di hatimu
Hanya dengan DOA
Yakinlah bahwa badai itu pasti berlalu
Mendungpun tak selamanya kelabu
Jangan pernah lupa Dia tak pernah tinggalkan dirimu
Sekejappun, sedetikpun
Dia takkan biarkanmu melangkah sendirian
Datanglah selalu padaNya
Mohon bantuan dan pertolonganNya
Untuk selalu pegang dan pimpin tanganmu
Mintalah agar pintu hati dibuka kembali
Menerima rancangan pelangi harapan baru
Sebagai jembatan kehidupan barumu itu
Jangan pernah sesali apa yang sudah berlalu
Karena hidup ini tak hanya satu warna saja
Indah bila dipenuhi segala macam warna
Membuatmu belajar tumbuh menjadi dewasa
Kuat menghadapi kenyataan hidup
Berjalanlah selalu dan senantiasa
BersamaNya melewati lembah suka dan duka
Menuju puncak cahaya terang kebahagiaan
Bersyukurlah atas seluruh hal yang kau terima
Percayalah Dia mengijinkan semua ini terjadi
Pasti ada hikmahNya
Suatu saat kelak pasti bisa mengerti
Segala kejadian dalam hidup
Terimalah dengan ikhlas
Lepaslah dengan ikhlas
Semua ada waktuNya
Bersiaplah selalu bersama DIA
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka ,2 Juli 2001
9. Aman Dalam PelukanNya
Bocah kecil itu
Berlari sambil merentangkan tangan mungilnya
Menuju ke arah ayahnya yang sabar menunggu
Tersenyum turut merentangkan tangannya
Menyambut kehadiran si bocah dalam pelukannya
Tapi wuzzzzz..........
Sebuah sepeda nyelonong hampir saja menerjang si bocah
Si ayah berteriak "awas!", belari dan merengkuh si bocah
Selamatkan si bocah yang tak tahu bahaya
Dia hanya ingin ada di pelukan hangat ayahnya
Segera ia larut dalam kegembiraan
Meronta-ronta kegirangan dalam pelukan ayahnya
Luapkan perasaan aman dan senang
Kepercayaan dan kebersamaan dalam pelukan
Dari balik jendela cafe di seberang jalan itu
Aku terpana melihat adegan tersebut
Sekejap namun sungguh berarti
Bocah kecil itu bagai ilustrasi anak manusia
Dalam perjalanan hidup menggapai bahagia
Menempuh jalan hidup penuh liku
Kebingungan mencari jawaban atas pertanyaan
Kebingungan mencari jati diri dan sandaran hidup
Padahal Dia tak jauh
Dia sudah rentangkan tanganNya
Dia selalu siap merengkuh dirimu
Dia siapkan segalanya untukmu
Dia berikan kita kebebasan untuk memilih
Tugas kita untuk yakin dan percaya terhadap kehendakNya
Ikut pasrah terhadap rencanaNya
Dia tahu yang terbaik untuk masing-masing anakNya
Ya.......seperti bocah kecil itu
Begitu percaya akan keberadaan ayahnya
Hingga selamat dan aman dalam pelukannya
Kuteguk sisa kopi terakhirku
Dan kembali lanjutkan perjalananku
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 27 Juni 2001
Berlari sambil merentangkan tangan mungilnya
Menuju ke arah ayahnya yang sabar menunggu
Tersenyum turut merentangkan tangannya
Menyambut kehadiran si bocah dalam pelukannya
Tapi wuzzzzz..........
Sebuah sepeda nyelonong hampir saja menerjang si bocah
Si ayah berteriak "awas!", belari dan merengkuh si bocah
Selamatkan si bocah yang tak tahu bahaya
Dia hanya ingin ada di pelukan hangat ayahnya
Segera ia larut dalam kegembiraan
Meronta-ronta kegirangan dalam pelukan ayahnya
Luapkan perasaan aman dan senang
Kepercayaan dan kebersamaan dalam pelukan
Dari balik jendela cafe di seberang jalan itu
Aku terpana melihat adegan tersebut
Sekejap namun sungguh berarti
Bocah kecil itu bagai ilustrasi anak manusia
Dalam perjalanan hidup menggapai bahagia
Menempuh jalan hidup penuh liku
Kebingungan mencari jawaban atas pertanyaan
Kebingungan mencari jati diri dan sandaran hidup
Padahal Dia tak jauh
Dia sudah rentangkan tanganNya
Dia selalu siap merengkuh dirimu
Dia siapkan segalanya untukmu
Dia berikan kita kebebasan untuk memilih
Tugas kita untuk yakin dan percaya terhadap kehendakNya
Ikut pasrah terhadap rencanaNya
Dia tahu yang terbaik untuk masing-masing anakNya
Ya.......seperti bocah kecil itu
Begitu percaya akan keberadaan ayahnya
Hingga selamat dan aman dalam pelukannya
Kuteguk sisa kopi terakhirku
Dan kembali lanjutkan perjalananku
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 27 Juni 2001
8. Tuhan, Mengapa ........?
Seandainya kukatakan, "maafkan aku"
Seandainya kubisikkan ,"sayang" kepadanya
Seandainya kuminta,"jangan marah ya....!"
Seandainya aku bisa meredakan emosi ini
Seandainya aku mau mengerti perasaannya
Seandainya aku mengalah
Seandainya.......
Achhh....Tuhan.........
Terlalu cepat kebahagiaan itu terenggut
Terlalu cepat Kau pisahkan dia dariku
Mengapa dan segudang pertanyaan mengapa?
2 tahun yang lalu ,aku tiba di tempat ini
Asal muasal legenda dewa dewi mitologi , Yunani
Sengaja kuterbang beribu-ribu mil jauh dari kotaku
Terkapar lelah mencari damai tak kutemui
Melarikan diri dari kenyataan hidup
Terasa pahit, tajam dan penuh onak duri
Kebingungan , kehilangan pegangan
Keyakinan semakin pudar akan kuasa dan kasihMu
Seolah semua tak mau bersahabat denganku lagi
Tak ada yang mampu menopang kesedihanku
Sebab aku kehilangan dia
Yang selalu menjadi pelabuhan hati
Salah paham karena emosi tak tertahankan
Hingga kecelakaan mautpun itu terjadi
Hancur luluh rasa hidupku
Hanya tangis dan gelap hitam warnai hariku
Selama ini Tuhan
Dia selalu ada di sana
Dialah tempatku bermanja dan memadu kasih
Senyum pesona dan mata teduhnya
Terasa hangat menyelimuti hati ini
Membuatku lupa dengan segala masalah
Dia juga yang kenalkan aku dengan Mu ya Tuhan
Tiap Minggu rajin menjemputku untuk bersama ke rumahMu Tuhan
Tuk ucapkan syukur atas rahmatMu
Candanya yang selalu segarkan hati
Membuatku turut bercahaya di tengah kehidupan ini
Nasihatnya membuatku selalu tegar hadapi kenyataan
Namun dia sudah tidak ada lagi Tuhan
Dia sudah kembali ke pangkuanMu
Tinggalkan aku melangkah sendiri lagi
Mengapa Tuhan?
Mengapa Kau biarkan aku sendirian ?
Kenangan manis bersamanya
Berubah seperti api sekam dalam ingatan
Panas sakit tak kunjung padam
Pikiranku melayang-layang seperti camar putih
Terbang melayang lintasi selat Bosporus
Kepakan sayap kokoh namun anggun
Lautan Mediterania membentang luas bagai permadani biru pirus
Dihiasi cagak dan tiang-tiang perahu terpancang di tepian dermaga
Sesekali berayun ringan terhembus angin laut
Tempat bersandar perahu-perahu nelayan pulau Mykonos
Permukaan laut dihiasi pernik putihnya bulu burung
Kualihkan pandanganku ke ujung seberang sana
Tampak kubah-kubah putih beratap biru langit
Pemandangan menyatu dan memukau
Tak ada kata selain "ya.....Tuhan, indah sekali......"
Menyejukkan hati dan menyegarkan mata
Luarbiasa karya dan rahmatMu ini Tuhan
Betapa besarnya KuasaMu Tuhan
Kutarik nafas panjang
Ya ....kembali aku ada di sini
Dengan hati dan semangat hidup yang berbeda
Setelah mencari dan mencari
Tak henti dan tak kenal lelah
Arti hal yang tak kumengerti dan mengapa harus terjadi
Waktu demi waktu berlalu
Sampai kasihNya sadarkanku
Ingatkan bahwa tidak ada yang lebih besar dariNya
Walaupun keyakinan sempat goyah
Namun berkatMu yang luarbiasa
Aku sadar kembali yakin dan mengerti
Bahwa Kau ijinkan semua ini terjadi
Bahwa Kau tidak pernah tinggalkan diriku
Bahwa Kau akan pimpin kemana diriku harus melangkah
Bahwa tak ada yang kekal di dunia ini selain hadiratMu
Kutak tahu apa rencanaMu dalam hidupku
Selayaknya kuserahku diri padaMu
Tolong selalu bimbing dan tuntun tanganku
Menuju arah kehendakMu
Aku sudah bisa menerima kenyataan itu Tuhan
Tuhan sudah angkat dan sembuhkan luka di hatiku
Tuhan sudah berikan kedamaian itu kembali padaku
Sungguh besar kasihMu padaku Tuhan
Kuucapkan rasa syukur dan terimakasihku Tuhan
Selalu dan selalu.......
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 26 juni 2001
Seandainya kubisikkan ,"sayang" kepadanya
Seandainya kuminta,"jangan marah ya....!"
Seandainya aku bisa meredakan emosi ini
Seandainya aku mau mengerti perasaannya
Seandainya aku mengalah
Seandainya.......
Achhh....Tuhan.........
Terlalu cepat kebahagiaan itu terenggut
Terlalu cepat Kau pisahkan dia dariku
Mengapa dan segudang pertanyaan mengapa?
2 tahun yang lalu ,aku tiba di tempat ini
Asal muasal legenda dewa dewi mitologi , Yunani
Sengaja kuterbang beribu-ribu mil jauh dari kotaku
Terkapar lelah mencari damai tak kutemui
Melarikan diri dari kenyataan hidup
Terasa pahit, tajam dan penuh onak duri
Kebingungan , kehilangan pegangan
Keyakinan semakin pudar akan kuasa dan kasihMu
Seolah semua tak mau bersahabat denganku lagi
Tak ada yang mampu menopang kesedihanku
Sebab aku kehilangan dia
Yang selalu menjadi pelabuhan hati
Salah paham karena emosi tak tertahankan
Hingga kecelakaan mautpun itu terjadi
Hancur luluh rasa hidupku
Hanya tangis dan gelap hitam warnai hariku
Selama ini Tuhan
Dia selalu ada di sana
Dialah tempatku bermanja dan memadu kasih
Senyum pesona dan mata teduhnya
Terasa hangat menyelimuti hati ini
Membuatku lupa dengan segala masalah
Dia juga yang kenalkan aku dengan Mu ya Tuhan
Tiap Minggu rajin menjemputku untuk bersama ke rumahMu Tuhan
Tuk ucapkan syukur atas rahmatMu
Candanya yang selalu segarkan hati
Membuatku turut bercahaya di tengah kehidupan ini
Nasihatnya membuatku selalu tegar hadapi kenyataan
Namun dia sudah tidak ada lagi Tuhan
Dia sudah kembali ke pangkuanMu
Tinggalkan aku melangkah sendiri lagi
Mengapa Tuhan?
Mengapa Kau biarkan aku sendirian ?
Kenangan manis bersamanya
Berubah seperti api sekam dalam ingatan
Panas sakit tak kunjung padam
Pikiranku melayang-layang seperti camar putih
Terbang melayang lintasi selat Bosporus
Kepakan sayap kokoh namun anggun
Lautan Mediterania membentang luas bagai permadani biru pirus
Dihiasi cagak dan tiang-tiang perahu terpancang di tepian dermaga
Sesekali berayun ringan terhembus angin laut
Tempat bersandar perahu-perahu nelayan pulau Mykonos
Permukaan laut dihiasi pernik putihnya bulu burung
Kualihkan pandanganku ke ujung seberang sana
Tampak kubah-kubah putih beratap biru langit
Pemandangan menyatu dan memukau
Tak ada kata selain "ya.....Tuhan, indah sekali......"
Menyejukkan hati dan menyegarkan mata
Luarbiasa karya dan rahmatMu ini Tuhan
Betapa besarnya KuasaMu Tuhan
Kutarik nafas panjang
Ya ....kembali aku ada di sini
Dengan hati dan semangat hidup yang berbeda
Setelah mencari dan mencari
Tak henti dan tak kenal lelah
Arti hal yang tak kumengerti dan mengapa harus terjadi
Waktu demi waktu berlalu
Sampai kasihNya sadarkanku
Ingatkan bahwa tidak ada yang lebih besar dariNya
Walaupun keyakinan sempat goyah
Namun berkatMu yang luarbiasa
Aku sadar kembali yakin dan mengerti
Bahwa Kau ijinkan semua ini terjadi
Bahwa Kau tidak pernah tinggalkan diriku
Bahwa Kau akan pimpin kemana diriku harus melangkah
Bahwa tak ada yang kekal di dunia ini selain hadiratMu
Kutak tahu apa rencanaMu dalam hidupku
Selayaknya kuserahku diri padaMu
Tolong selalu bimbing dan tuntun tanganku
Menuju arah kehendakMu
Aku sudah bisa menerima kenyataan itu Tuhan
Tuhan sudah angkat dan sembuhkan luka di hatiku
Tuhan sudah berikan kedamaian itu kembali padaku
Sungguh besar kasihMu padaku Tuhan
Kuucapkan rasa syukur dan terimakasihku Tuhan
Selalu dan selalu.......
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 26 juni 2001
7. Hidup ini Indah
Siang cerah di musim semi
Kulayangkan mata tengadah ke atas
Langit tampak biru terang tak berawan
Memadu harmoni warna biru dan awan putih
Burung-burung kecil ramai beterbangan
Mengepakkan sayap menyambut musim semi
Sakura-sakura terlihat mekar indah bersemi
Merah muda lembut sungguh mempesona
Penuhi seluruh taman dekat tempat tinggalku
Alangkah indahnya karya Tuhan ini
Kumengucap syukur dalam hati
Memperoleh kesempatan sangat berharga
Boleh saksikan keindahan bunga sakura
Dan hari ini adalah hari puncak mekarnya
Mengembang penuh sempurna kelopaknya
Serentak berubah dari kuntum menjadi mahkota bunga
Tampak orang tua, muda , besar kecil
Ada yang duduk-duduk menikmati, ada juga yang lalu lalang
Semua ber-hanami ria nikmati keindahan lukisan nyata tanganNya
Sendagurau gelak tawa teriakan gembira kanak-kanak
Turut sempurnakan karya ciptaanNya
Alangkah bahagianya
Selang beberapa hari kemudian
Seperti biasa , kulewati taman itu
Saat menuju rutinitas kegiatanku
Sakura telah rontok berguguran berjatuhan
Berserakan di tanah penuhi sekelilingku
Rapih taksatupun tertinggal di rantingnya
Daun-daun mulai menghijau penuhi sekujur tubuh pohon
Menggantikan bunga-bunganya yang jatuh berguguran
Pesona sakura itu tetap tinggal abadi
Kuhentikan langkahku sejenak dan merenung
Ya hidup ini sama seperti "sakura"
Tawa, tangis, suka dan duka datang dan pergi
Silih berganti warnai irama kehidupan
Masing-masing anak manusia di bumi ini
Ditempa dan diminta untuk slalu siap
Hadapi segala macam rupa perubahan hidup
Ada waktunya, penuh mekar berwarna melankoli
Ada waktunya, daun-daun hijau menggantikannya
Turut warnai kehidupan anak manusia
Tanpa berjalan bersama Dia
Sungguh takkan sanggup tengadahkan diri
Melangkah arungi perjalanan hidup ini
Dengan kuasa dan kebesaranNya
Dia sudah ijinkan kita, anak-anak manusia
Untuk datang dan bersujud selalu kepadaNya
Menerima kekuatan 'tuk hadapi
Segala bentuk kenyataan hidup ini
Karena hidup ini penuh misteri dan indah
Kuberanjak dan kulangkahkan kakiku tegap
Menyongsong indahnya arti irama "sakura"
Yang akan selalu datang mewarnai hidupku
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 20 Juni 2001
Kulayangkan mata tengadah ke atas
Langit tampak biru terang tak berawan
Memadu harmoni warna biru dan awan putih
Burung-burung kecil ramai beterbangan
Mengepakkan sayap menyambut musim semi
Sakura-sakura terlihat mekar indah bersemi
Merah muda lembut sungguh mempesona
Penuhi seluruh taman dekat tempat tinggalku
Alangkah indahnya karya Tuhan ini
Kumengucap syukur dalam hati
Memperoleh kesempatan sangat berharga
Boleh saksikan keindahan bunga sakura
Dan hari ini adalah hari puncak mekarnya
Mengembang penuh sempurna kelopaknya
Serentak berubah dari kuntum menjadi mahkota bunga
Tampak orang tua, muda , besar kecil
Ada yang duduk-duduk menikmati, ada juga yang lalu lalang
Semua ber-hanami ria nikmati keindahan lukisan nyata tanganNya
Sendagurau gelak tawa teriakan gembira kanak-kanak
Turut sempurnakan karya ciptaanNya
Alangkah bahagianya
Selang beberapa hari kemudian
Seperti biasa , kulewati taman itu
Saat menuju rutinitas kegiatanku
Sakura telah rontok berguguran berjatuhan
Berserakan di tanah penuhi sekelilingku
Rapih taksatupun tertinggal di rantingnya
Daun-daun mulai menghijau penuhi sekujur tubuh pohon
Menggantikan bunga-bunganya yang jatuh berguguran
Pesona sakura itu tetap tinggal abadi
Kuhentikan langkahku sejenak dan merenung
Ya hidup ini sama seperti "sakura"
Tawa, tangis, suka dan duka datang dan pergi
Silih berganti warnai irama kehidupan
Masing-masing anak manusia di bumi ini
Ditempa dan diminta untuk slalu siap
Hadapi segala macam rupa perubahan hidup
Ada waktunya, penuh mekar berwarna melankoli
Ada waktunya, daun-daun hijau menggantikannya
Turut warnai kehidupan anak manusia
Tanpa berjalan bersama Dia
Sungguh takkan sanggup tengadahkan diri
Melangkah arungi perjalanan hidup ini
Dengan kuasa dan kebesaranNya
Dia sudah ijinkan kita, anak-anak manusia
Untuk datang dan bersujud selalu kepadaNya
Menerima kekuatan 'tuk hadapi
Segala bentuk kenyataan hidup ini
Karena hidup ini penuh misteri dan indah
Kuberanjak dan kulangkahkan kakiku tegap
Menyongsong indahnya arti irama "sakura"
Yang akan selalu datang mewarnai hidupku
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 20 Juni 2001
6. Cerita Sac-chan
Mmhhh................terdengar helaan nafas berat
Berbantalkan tangan di tatami usang
Dibaringkannya tubuh penatnya
Malam ini pun berlalu begitu saja seusai kerja malamnya
Dimiringkannya tubuhnya ke kiri menghadap tembok
Suara hingar bingar mesin-mesin pachinko itu
Memekakkan telinga melelahkan jiwa
Tinggal jauh dari tanah air
Demi mencari sesuap nasi
Demi membantu adik-adik dan keluarga
Dia harus tinggalkan tanah air sebagai TKW
Dana terbatas menyebabkan dia memilih kamar ini
Namun tahun demi tahun , akhirnya mengakrabkan dirinya
Membaur bersama kebisingan mobil lalu lalang
Juga bunyi bising mesin pachinko itu
Bagaikan irama musik pelengkap kesehariannya
Tapi malam ini
Suara-suara itu malah membuatnya senewen
Tiba-tiba dia ingin melarikan diri ke kamar yang sepi
Matanya nyalang tak hendak lelap
Dilayangkannya pandangannya ke langit-langit kamar
Ingatannya menerawang kejadian siang tadi
Sahabatnya di negeri ini tergeletak tak berdaya
Karena achhhh..........
Ternyata kanker tulang tak kenal orang
Siapa saja akan diserangnya
Ya ternyata kanker itu telah menggerogotinya
Di salah satu sal perawatan Minami Kokuritsu Byouin
Maria Clara Sachiko Murakami , Sac-chan begitulah panggilannya
Teman setanah air, seiman dan sebaya
Kagum akan kepribadiannya yang tak kenal menyerah
Membuatnya menjadi dekat seperti saudara sendiri
Namanya memang sangat berbau Jepang
Begitulah kesannya saat berkenalan di bar Ai
Bar dimana dia harus kerja tambahan malam hari
Dan Sac-chan bekerja di sana juga untuk menyambung hidupnya
Juga membantu Mama- san pemilik bar Ai
Yang pernah tinggal di tanah air dan simpati padanya
Juga banyak menanam budi padanya
Sejak Sac-chan kehabisan bekal hidup yang dibawanya
Dari tanah Manado demi mencari jejak Otoo-san, Murakami
Yang meninggalkannya semasa Sac-chan balita
Kata Okaa-san dia pulang ke negaranya
Demi mematuhi perintah atasan Kempetai
Saat itu, Okaa-san hanya ditinggali sepucuk surat permintaan maaf
Dan sedikit bekal tanpa alamat
Selanjutnya Okaa-san hidup menderita banting tulang demi Sac-chan
Hingga Sac-chan tumbuh dewasa tak pernah sekalipun Okaa-san mengeluh
Dilaluinya kehidupan ini dengan gigih
Bersyukur selalu padaNya
Dia lalui semua pergumulan hidup bersamaNya
Sampai saat panggilanNya tiba
Hidup penuh perjuangan bersama Okaa-san
Mewariskan jiwa tak kenal putus asa
Walaupun tak ada bekal warisan harta
Tapi dia neninggalkan warisan iman yang luarbiasa
Seorang wanita cantik, menarik seperti Sac-chan
Hanya berbekal ijazah SMA tanah air
Apa artinya di rantau di negeri sakura ini
Berat dan penuh godaan
Sering dia menangis dan mengadu di altar gereja
Namun pesan Okaa-san untuk menemukan Otoo-san nya
Membulatkan tekad tak menyerah dalam doa dan usaha
Hari libur kerja digunakan untuk mencari informasi Otoo-san
Belakangan ini Sac-chan sering kesakitan
Makin hari tempurung lututnya terasa perih dan membengkak biru
Terseok-seok dia kupapah periksa ke Minami Kokuritsu Byouin
Tubuhnya lemas dan bergetar menahan tangis
Melalui sekian lama pemeriksaan yang menyakitkan
Saat dokter memvonis-nya kanker tulang
Tak ada pilihan selain meng-amputasi kakinya
Sebelum menjalar ke tempat lainnya
Sac-chan minta waktu memikirkannya
Saat kalut dan bimbang ingatlah berdoa
Serahkan semua penderitaanmu kepadaNya
Demikianlah dulu Okaa-san memberinya nasihat
Sac-chan yakin Tuhan akan membantunya
Sac-chan percaya, kasih Allah lebih besar dari sakitnya
Semangat iman Sac-chan yag tak pernah pudar
Membuatnya terenyuh dan berjanji
Apapun yang terjadi, dia akan selalu di samping Sac-chan
Secepatnya dia akan membantu mencari Otoo-san
Dia begitu yakin, akan menemukan Murakami-san
Tuhan pasti akan terangi jalan Sac-chan
Karena musuh terbesar bukanlah kankernya itu
Melainkan keputus-asaan itu sendiri
Melalui Sac-chan sahabatnya itu
Dia belajar mengenal Tuhan lebih dekat lagi
Imannya tumbuh dan berkembang
Dia yakin sekarang Tuhan tak akan tinggalkan anakNya
Pasti ada jalan keluar untuk temukan Otoo-san
Pasti ada jalan kesembuhan untuk Sac-chan
Pasti ada........
Dia berdoa dan memohon
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 15 Juni 2001
Kamus Bebas:
Tatami = tikar jerami lantai rumah Jepang
San = panggilan hormat, Mr, Mrs, Ms
Sac-chan= nick name untuk Sachiko- San
Ai =kasih
Otoo-san=panggilan untuk Ayah
Okaa-san=panggilan untuk Ibu
Mama-san = wanita pemilik bar
Kempetai = tentara Jepang jaman penjajahan
Byouin = rumah sakit
Minami Kokuritsu Byouin = RS Minami Kokuritsu
Murakami-san = Bapak Murakami
Berbantalkan tangan di tatami usang
Dibaringkannya tubuh penatnya
Malam ini pun berlalu begitu saja seusai kerja malamnya
Dimiringkannya tubuhnya ke kiri menghadap tembok
Suara hingar bingar mesin-mesin pachinko itu
Memekakkan telinga melelahkan jiwa
Tinggal jauh dari tanah air
Demi mencari sesuap nasi
Demi membantu adik-adik dan keluarga
Dia harus tinggalkan tanah air sebagai TKW
Dana terbatas menyebabkan dia memilih kamar ini
Namun tahun demi tahun , akhirnya mengakrabkan dirinya
Membaur bersama kebisingan mobil lalu lalang
Juga bunyi bising mesin pachinko itu
Bagaikan irama musik pelengkap kesehariannya
Tapi malam ini
Suara-suara itu malah membuatnya senewen
Tiba-tiba dia ingin melarikan diri ke kamar yang sepi
Matanya nyalang tak hendak lelap
Dilayangkannya pandangannya ke langit-langit kamar
Ingatannya menerawang kejadian siang tadi
Sahabatnya di negeri ini tergeletak tak berdaya
Karena achhhh..........
Ternyata kanker tulang tak kenal orang
Siapa saja akan diserangnya
Ya ternyata kanker itu telah menggerogotinya
Di salah satu sal perawatan Minami Kokuritsu Byouin
Maria Clara Sachiko Murakami , Sac-chan begitulah panggilannya
Teman setanah air, seiman dan sebaya
Kagum akan kepribadiannya yang tak kenal menyerah
Membuatnya menjadi dekat seperti saudara sendiri
Namanya memang sangat berbau Jepang
Begitulah kesannya saat berkenalan di bar Ai
Bar dimana dia harus kerja tambahan malam hari
Dan Sac-chan bekerja di sana juga untuk menyambung hidupnya
Juga membantu Mama- san pemilik bar Ai
Yang pernah tinggal di tanah air dan simpati padanya
Juga banyak menanam budi padanya
Sejak Sac-chan kehabisan bekal hidup yang dibawanya
Dari tanah Manado demi mencari jejak Otoo-san, Murakami
Yang meninggalkannya semasa Sac-chan balita
Kata Okaa-san dia pulang ke negaranya
Demi mematuhi perintah atasan Kempetai
Saat itu, Okaa-san hanya ditinggali sepucuk surat permintaan maaf
Dan sedikit bekal tanpa alamat
Selanjutnya Okaa-san hidup menderita banting tulang demi Sac-chan
Hingga Sac-chan tumbuh dewasa tak pernah sekalipun Okaa-san mengeluh
Dilaluinya kehidupan ini dengan gigih
Bersyukur selalu padaNya
Dia lalui semua pergumulan hidup bersamaNya
Sampai saat panggilanNya tiba
Hidup penuh perjuangan bersama Okaa-san
Mewariskan jiwa tak kenal putus asa
Walaupun tak ada bekal warisan harta
Tapi dia neninggalkan warisan iman yang luarbiasa
Seorang wanita cantik, menarik seperti Sac-chan
Hanya berbekal ijazah SMA tanah air
Apa artinya di rantau di negeri sakura ini
Berat dan penuh godaan
Sering dia menangis dan mengadu di altar gereja
Namun pesan Okaa-san untuk menemukan Otoo-san nya
Membulatkan tekad tak menyerah dalam doa dan usaha
Hari libur kerja digunakan untuk mencari informasi Otoo-san
Belakangan ini Sac-chan sering kesakitan
Makin hari tempurung lututnya terasa perih dan membengkak biru
Terseok-seok dia kupapah periksa ke Minami Kokuritsu Byouin
Tubuhnya lemas dan bergetar menahan tangis
Melalui sekian lama pemeriksaan yang menyakitkan
Saat dokter memvonis-nya kanker tulang
Tak ada pilihan selain meng-amputasi kakinya
Sebelum menjalar ke tempat lainnya
Sac-chan minta waktu memikirkannya
Saat kalut dan bimbang ingatlah berdoa
Serahkan semua penderitaanmu kepadaNya
Demikianlah dulu Okaa-san memberinya nasihat
Sac-chan yakin Tuhan akan membantunya
Sac-chan percaya, kasih Allah lebih besar dari sakitnya
Semangat iman Sac-chan yag tak pernah pudar
Membuatnya terenyuh dan berjanji
Apapun yang terjadi, dia akan selalu di samping Sac-chan
Secepatnya dia akan membantu mencari Otoo-san
Dia begitu yakin, akan menemukan Murakami-san
Tuhan pasti akan terangi jalan Sac-chan
Karena musuh terbesar bukanlah kankernya itu
Melainkan keputus-asaan itu sendiri
Melalui Sac-chan sahabatnya itu
Dia belajar mengenal Tuhan lebih dekat lagi
Imannya tumbuh dan berkembang
Dia yakin sekarang Tuhan tak akan tinggalkan anakNya
Pasti ada jalan keluar untuk temukan Otoo-san
Pasti ada jalan kesembuhan untuk Sac-chan
Pasti ada........
Dia berdoa dan memohon
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 15 Juni 2001
Kamus Bebas:
Tatami = tikar jerami lantai rumah Jepang
San = panggilan hormat, Mr, Mrs, Ms
Sac-chan= nick name untuk Sachiko- San
Ai =kasih
Otoo-san=panggilan untuk Ayah
Okaa-san=panggilan untuk Ibu
Mama-san = wanita pemilik bar
Kempetai = tentara Jepang jaman penjajahan
Byouin = rumah sakit
Minami Kokuritsu Byouin = RS Minami Kokuritsu
Murakami-san = Bapak Murakami
5. Matahari Ku
Namanya Immanuel Lukas Rajagukguk
Mungkin karena susah melafalkan namanya
Orang-orang lebih suka memanggilnya
Dengan " Cak Mannang"
Artinya Cak Immanuel yang selalu senang
Bapak Batak dan Bunda asli Jawa Timur
Lahirpun di pinggiran kumuh kota Surabaya
Saat bayi mengalami sakit typus
Dan terlantar karena keadaan ekonomi keluarga
Hingga seumur hidup dia perlu tongkat penuntun
Yang setia menemani mencari dan menuntun langkahnya
Profesi nya sebagai tukang pijat urut keliling
Sifatnya ceria dan selalu bersukacita
Membuat para langganannyapun turut gembira
Selain diminta datang untuk mengurut maupun memijat
Tanpa sadar minta dibagikan berkat sukacitanya
Dan sudah lama aku mendengar dan terpikat oleh kepribadiannya
Juga terpesona dengan keceriaannya
Walaupun kutahu hanya ada warna gelap di matanya
Namun ada sesuatu yang bersinar dari dalam dirinya
Kadang kubertemu di gereja Minggu pagi
Sosoknya ramah dan selalu tersenyum
Membuatku heran dan bertanya-tanya
Tidakkah dia mengalami kebimbangan hidup
Tidakkah dia takut menghadapi hari-harinya
Tidakkah dia gelisah dengan hari-hari tuanya
Ya ....tidakkah dia kuatir dengan kehidupannya
Sampai pada suatu kesempatan
Ketika aku memintanya datang untuk mengurut pamanku
Yang terkilir jatuh dari tangga rumah
Dia mengurut, memijat sambil melantunkan lagu pujian
"Buat apa cemas
Buat apa takut
Buat apa bimbang
Burung di udara yang tak mengumpulkan bekal
Tapi hidup dalam suka
Kumau jadi seperti burung
Yang tak ada rasa takut
Karna kutahu Tuhan selalu ada di sana
Tuhan Maha Penolong
Tuhan Maha Baik
Tuhan Maha Tahu
Tuhan memberikan yang terbaik untukku
Kupercaya penuh padaNya"
Mendengar lagu pujian itu
Tak langsung sudah kutemukan jawabannya
Kekuatan iman dan penyerahan diri total kepadaNya
Juga perasaan bersyukur membuatnya selalu bersinar
Bagai matahari yang tak lelah menyinari bumi pertiwi
Telah membuatnya menjadi sosok istimewa
Sungguh luarbiasa ciptaanMu ini Tuhan
Melaluinya aku jadi semakin mengerti
Melaluinya imankupun seperti bumi hidup dalam iman
Cak Mannang adalah Matahari yang kukagumi
Amien.
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka 13 Juni 2001
Mungkin karena susah melafalkan namanya
Orang-orang lebih suka memanggilnya
Dengan " Cak Mannang"
Artinya Cak Immanuel yang selalu senang
Bapak Batak dan Bunda asli Jawa Timur
Lahirpun di pinggiran kumuh kota Surabaya
Saat bayi mengalami sakit typus
Dan terlantar karena keadaan ekonomi keluarga
Hingga seumur hidup dia perlu tongkat penuntun
Yang setia menemani mencari dan menuntun langkahnya
Profesi nya sebagai tukang pijat urut keliling
Sifatnya ceria dan selalu bersukacita
Membuat para langganannyapun turut gembira
Selain diminta datang untuk mengurut maupun memijat
Tanpa sadar minta dibagikan berkat sukacitanya
Dan sudah lama aku mendengar dan terpikat oleh kepribadiannya
Juga terpesona dengan keceriaannya
Walaupun kutahu hanya ada warna gelap di matanya
Namun ada sesuatu yang bersinar dari dalam dirinya
Kadang kubertemu di gereja Minggu pagi
Sosoknya ramah dan selalu tersenyum
Membuatku heran dan bertanya-tanya
Tidakkah dia mengalami kebimbangan hidup
Tidakkah dia takut menghadapi hari-harinya
Tidakkah dia gelisah dengan hari-hari tuanya
Ya ....tidakkah dia kuatir dengan kehidupannya
Sampai pada suatu kesempatan
Ketika aku memintanya datang untuk mengurut pamanku
Yang terkilir jatuh dari tangga rumah
Dia mengurut, memijat sambil melantunkan lagu pujian
"Buat apa cemas
Buat apa takut
Buat apa bimbang
Burung di udara yang tak mengumpulkan bekal
Tapi hidup dalam suka
Kumau jadi seperti burung
Yang tak ada rasa takut
Karna kutahu Tuhan selalu ada di sana
Tuhan Maha Penolong
Tuhan Maha Baik
Tuhan Maha Tahu
Tuhan memberikan yang terbaik untukku
Kupercaya penuh padaNya"
Mendengar lagu pujian itu
Tak langsung sudah kutemukan jawabannya
Kekuatan iman dan penyerahan diri total kepadaNya
Juga perasaan bersyukur membuatnya selalu bersinar
Bagai matahari yang tak lelah menyinari bumi pertiwi
Telah membuatnya menjadi sosok istimewa
Sungguh luarbiasa ciptaanMu ini Tuhan
Melaluinya aku jadi semakin mengerti
Melaluinya imankupun seperti bumi hidup dalam iman
Cak Mannang adalah Matahari yang kukagumi
Amien.
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka 13 Juni 2001
4. Dari Balik Jeruji Hotel Prodeo
Bapak tua itu menatap langit
Cerah , biru , luas membentang
Sesekali burungpun terbang bebas melintasinya
Diisapnya kuat-kuat rokok lintingnya
Jatah istimewa itu diperolehnya
Hadiah penghuni kamar prodeo sebelah
Terakhir untuk minggu ini
Bahkan mungkin untuk selama-lamanya
Berat nafas dihelanya dalam-dalam
Kerut carut menua menghiasi penuh di wajahnya
Ditambah codet panjang melukis pelipis
Lengkap sudah trade mark-nya
Bukti abadi kesalahan langkah hidupnya
Menurut pengertiannya
Memang tak ada yang benar sejak kelahirannya
Lahirnya sungsang menyusahkan Bunda
Dibawa ke gereja , dibaptis dan diberinama Yabes
Kata Bunda sesuai I Tawarikh 4 : 9
"aku telah melahirkan dia dengan kesakitan"
Masa kecil, Bundanya rajin membawa ke gereja
Dan Bundanya duduk di pojokan tangga gereja itu
Terisolir dari umat lain mencoba tekun mendengar kabar Injil
Dan dia ingat, dia selalu berdiri di belakang Bundanya
Memilin ujung kemben lusuh itu
Saat dia malu dengan kaos butut dan sepatu menganga
Bau lusuh kemben seolah menyatu menguatkannya
Hm.....suatu kenangan masa kecil
Sampai ketika datang badai dunia datang bertubi
Menghantam menerjang bak tsunami
Meluluhkan ekonomi pas-pasan keluarga
Harus putus sekolah karena tak ada lagi biaya
Ayahpun mati ditikam orang saat siskamling
Bunda pun diusir dari tanah sengketa
Tanpa pesangon apalah daya
Terlunta-lunta membawa serta 5 orang adiknya
Kerja serabutan membanting tulang
Terkadang pulangpun, masih harus bergabung
Bersama adik-adiknya pasukan pengais sampah
Berharap dapatkan botol beling dan kaleng kosong
Bisa dijual untuk tambahan sesuap nasi
Lelah berkepanjangan akibatkan virus TBC
Begitu saja menggerogoti dan habiskan tubuhnya
Dia anak terbesar pahlawan keluarga
Tak bisa duduk tenang ataupun tidur nyenyak
Berawal dari kesempatan undangan teman lama
Karena kesulitan hidup memaksa diri
Mengajak menjarah menggasak rumah orang
Tanpa berpikir apa-apa selain butuh uang
Dia memulai hidupnya sebagai perampok berdarah dingin
Terkadang harus habisi nyawa orang yang memergokinya
Bunda tak sanggup menahan diri melihat sepak terjangnya
Juga penyakit tua merongrong mempercepat menyusul ayah
Namun selihai-lihainya tupai melompat
Tak urung jatuh ke bawah juga
Dia tertangkap basah saat beroperasi
Akibatnya dia harus mendekam di kamar apek ini
Ya.....sebentar lagi dia akan dikirim ke hotel prodeo bintang lima
Di LP Nusa Kambangan , Alcatraz nya Indonesia
Tempat penjahat kelas kakap dan pengkhianat negara
Sekali masuk jangan harap keluar lagi
Persis seperti ikan yang masuk bubu perangkap
Yang dulu sering dipasangnya untuk lauk makan keluarga
Di kali kecil samping rumah kardus keluarganya
Baginya hidup ini adalah perjuangan berat
Baginya hidup ini adalah peperangan yang tak berkesudahan
Baginya hidup ini terasa begitu kejam
Sangat tidak adil dan tidak ramah padanya
Ditelannya ludahnya, terasa pahit
Getir seperti kenyataan hidupnya
Dia pun menundukkan kepala
Pasrah.............
Merasa hidupnya sudah selesai
Sudah cukup memberi bekal adik-adiknya
Walau tak satupun menyediakan waktu datang menjenguknya
Mana mau mereka menengok penjahat seperti dirinya
Tidak apa-apa, dia rela, asal adik-adiknya bahagia
Biar dia saja yang mengalami kepahitan hidup ini
Dia menoleh rosario pemberian Romo Tias
Yang rajin menjenguk dan menasihatinya
Ternyata masih ada orang yang perduli padanya
Walaupun dia sudah menjadi sampah masyarakat
Kata Romo, sebrapa besar dosanya
Bila dia mau mengakui dan bertobat
Tuhan akan mengampuniya
Tuhan akan menjadi Juru Selamatnya
Dia perlu membuka mata hatinya
Ya bukankah dia sudah tak perlu apa-apa lagi
Bila waktuNya dia harus menghadap
Dia harus membersihkan diri dari dosa-dosanya
Baru kali ini seumur hidupnya, airmatanya turun menetes
Hatinya tiba-tiba terasa begitu hangat
Ya Tuhan, ampunilah hamba Mu ini
Yang sudah sangat khilaf hidup di dunia ini
Berilah kekuatan dan ketabahan
Untuk belajar mengenalMu lebih dekat lagi
Bila waktu Mu tiba
Sambutlah aku yang berdosa ini Tuhan
Mohon ampun atas dosa-dosaku Tuhan
Tolong berikan jalan cahaya terangMu
Untuk para korban dan teman-temanku, juga saudara-saudaraku
Terimakasih Tuhan, sebelum Kau memanggilku
Kau berikan berkat rahmat pengertian
Juga untuk menjadi lebih dekat padaMu
Semoga kiranya Tuhan memberikan sisa hidupku
Menjadi lebih berarti untuk orang lain juga
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka 11 Juni 2001
Cerah , biru , luas membentang
Sesekali burungpun terbang bebas melintasinya
Diisapnya kuat-kuat rokok lintingnya
Jatah istimewa itu diperolehnya
Hadiah penghuni kamar prodeo sebelah
Terakhir untuk minggu ini
Bahkan mungkin untuk selama-lamanya
Berat nafas dihelanya dalam-dalam
Kerut carut menua menghiasi penuh di wajahnya
Ditambah codet panjang melukis pelipis
Lengkap sudah trade mark-nya
Bukti abadi kesalahan langkah hidupnya
Menurut pengertiannya
Memang tak ada yang benar sejak kelahirannya
Lahirnya sungsang menyusahkan Bunda
Dibawa ke gereja , dibaptis dan diberinama Yabes
Kata Bunda sesuai I Tawarikh 4 : 9
"aku telah melahirkan dia dengan kesakitan"
Masa kecil, Bundanya rajin membawa ke gereja
Dan Bundanya duduk di pojokan tangga gereja itu
Terisolir dari umat lain mencoba tekun mendengar kabar Injil
Dan dia ingat, dia selalu berdiri di belakang Bundanya
Memilin ujung kemben lusuh itu
Saat dia malu dengan kaos butut dan sepatu menganga
Bau lusuh kemben seolah menyatu menguatkannya
Hm.....suatu kenangan masa kecil
Sampai ketika datang badai dunia datang bertubi
Menghantam menerjang bak tsunami
Meluluhkan ekonomi pas-pasan keluarga
Harus putus sekolah karena tak ada lagi biaya
Ayahpun mati ditikam orang saat siskamling
Bunda pun diusir dari tanah sengketa
Tanpa pesangon apalah daya
Terlunta-lunta membawa serta 5 orang adiknya
Kerja serabutan membanting tulang
Terkadang pulangpun, masih harus bergabung
Bersama adik-adiknya pasukan pengais sampah
Berharap dapatkan botol beling dan kaleng kosong
Bisa dijual untuk tambahan sesuap nasi
Lelah berkepanjangan akibatkan virus TBC
Begitu saja menggerogoti dan habiskan tubuhnya
Dia anak terbesar pahlawan keluarga
Tak bisa duduk tenang ataupun tidur nyenyak
Berawal dari kesempatan undangan teman lama
Karena kesulitan hidup memaksa diri
Mengajak menjarah menggasak rumah orang
Tanpa berpikir apa-apa selain butuh uang
Dia memulai hidupnya sebagai perampok berdarah dingin
Terkadang harus habisi nyawa orang yang memergokinya
Bunda tak sanggup menahan diri melihat sepak terjangnya
Juga penyakit tua merongrong mempercepat menyusul ayah
Namun selihai-lihainya tupai melompat
Tak urung jatuh ke bawah juga
Dia tertangkap basah saat beroperasi
Akibatnya dia harus mendekam di kamar apek ini
Ya.....sebentar lagi dia akan dikirim ke hotel prodeo bintang lima
Di LP Nusa Kambangan , Alcatraz nya Indonesia
Tempat penjahat kelas kakap dan pengkhianat negara
Sekali masuk jangan harap keluar lagi
Persis seperti ikan yang masuk bubu perangkap
Yang dulu sering dipasangnya untuk lauk makan keluarga
Di kali kecil samping rumah kardus keluarganya
Baginya hidup ini adalah perjuangan berat
Baginya hidup ini adalah peperangan yang tak berkesudahan
Baginya hidup ini terasa begitu kejam
Sangat tidak adil dan tidak ramah padanya
Ditelannya ludahnya, terasa pahit
Getir seperti kenyataan hidupnya
Dia pun menundukkan kepala
Pasrah.............
Merasa hidupnya sudah selesai
Sudah cukup memberi bekal adik-adiknya
Walau tak satupun menyediakan waktu datang menjenguknya
Mana mau mereka menengok penjahat seperti dirinya
Tidak apa-apa, dia rela, asal adik-adiknya bahagia
Biar dia saja yang mengalami kepahitan hidup ini
Dia menoleh rosario pemberian Romo Tias
Yang rajin menjenguk dan menasihatinya
Ternyata masih ada orang yang perduli padanya
Walaupun dia sudah menjadi sampah masyarakat
Kata Romo, sebrapa besar dosanya
Bila dia mau mengakui dan bertobat
Tuhan akan mengampuniya
Tuhan akan menjadi Juru Selamatnya
Dia perlu membuka mata hatinya
Ya bukankah dia sudah tak perlu apa-apa lagi
Bila waktuNya dia harus menghadap
Dia harus membersihkan diri dari dosa-dosanya
Baru kali ini seumur hidupnya, airmatanya turun menetes
Hatinya tiba-tiba terasa begitu hangat
Ya Tuhan, ampunilah hamba Mu ini
Yang sudah sangat khilaf hidup di dunia ini
Berilah kekuatan dan ketabahan
Untuk belajar mengenalMu lebih dekat lagi
Bila waktu Mu tiba
Sambutlah aku yang berdosa ini Tuhan
Mohon ampun atas dosa-dosaku Tuhan
Tolong berikan jalan cahaya terangMu
Untuk para korban dan teman-temanku, juga saudara-saudaraku
Terimakasih Tuhan, sebelum Kau memanggilku
Kau berikan berkat rahmat pengertian
Juga untuk menjadi lebih dekat padaMu
Semoga kiranya Tuhan memberikan sisa hidupku
Menjadi lebih berarti untuk orang lain juga
Amien
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka 11 Juni 2001
Kamis, 28 Agustus 2008
3. Ach.......Siapa Dia ?
Kata orang , dia abnormal
Kata orang , dia banci
Melihat cara jalannya yang tidak umum
Prilaku gayanya yang berbeda
Kata orang , dia gay
Kata orang, Bundanya stress berat saat mengandung
Malah ada yang memanggil namanya dengan WATI
Konon kependekan dari WA.......nita TI.........ruan
Tapi masih kata orang, dia lucu dan nyeni
Juga kata orang , menyimpan 1001 ide cemerlang
Belum lagi bakatnya segudang
Juga masih kata orang, tanpa dia ....dunia sepi bokkk....
Tapi.....achhhh........
Dia bingung
Dia tidak seperti Anto atau Nanang yang macho abis
Yang hobi kebut-kebutan
Yang kalo ke sekolah serba berantakan
Yang hobi bikin onar sampai dipanggil kepsek
Dia.......emang lain, emang beda
Dia lebih suka ngegossip bareng Safira dan Nia
Dia lebih suka nonton balet di teater seni dan baca puisi
Selain berlama-lama bergaya di depan cermin hias Bunda
Dipelototinya lagi si cermin tak berdosa
Apanya yang beda ya........
Badannya cukup atletis dan semampai
Memang tidak sekokoh si abang tetangga sebelah rumah
Dia pernah kencing bersama teman laki lainnya
Organ tubuhnya itupun tak beda
Lalu kenapa dia berbeda ?
Dia tidak mengerti
Ketika lulus SMA di kota kecil itu
Dia katakan cita-citanya ingin buka salon
Mengubah penampilan orang semakin OK
Tapi kata orang, kata Ayah Bunda dan para saudara
Sebaiknya dia nikah dulu baru buka salon
Ya Tuhan, ya Rabbi.......
Nikah ??????
Hah, dia takut, dia bingung
Memang dia seneng ngobrol bareng Safira , Nia cs
Tapi nikah, berarti seranjang dengan mereka
Seumur hidup pula
Ndilalah.....ihhhh, amit-amit......mual rasanya
Ya Tuhan, apa yang salah dengan ciptaanMu ini
Dia tidak minta dilahirkan ajaib seperti ini
Perasannya tidak keruan , marah, jengkel
Sampai kapan, dia harus mendengar "kata orang"
Kapan orang lain mau mendengar "kataku"
Kapan dia boleh menjadi dirinya sendiri
Mengungkap jujur kemauan dan jati dirinya
Sebagai seorang ciptaanNya, seorang manusia bebas
Bebas menentukan cita hidup dan cintanya
Ya ......kapan?
Dia tidak tahu
Tapi dia berusaha dan berdoa tak putusnya
Dia yakin, suatu saat doanya akan terjawab
Dia sadar jalan Tuhan dan kehendak Tuhan terbaik untuknya
Dunia boleh tidak menghiraukan, tapi Dia tetap ada di sana
Memberkati dan mengasihinya
Kasih dan kemurahan Tuhan senantiasa dekat
Tangan Tuhan selalu siap selalu menolongnya
Dia tidak perlu bertanya lagi siapa dirinya
Dia percaya
Dia yakin
Bahwa Tuhan sudah ciptakan dia sesuai kehendakNya
Apa rencana Tuhan , dia tidak tahu
Tapi dia yakin semua baik adaNya
Dia tersenyum ......yakin!
Amien
Kata orang , dia banci
Melihat cara jalannya yang tidak umum
Prilaku gayanya yang berbeda
Kata orang , dia gay
Kata orang, Bundanya stress berat saat mengandung
Malah ada yang memanggil namanya dengan WATI
Konon kependekan dari WA.......nita TI.........ruan
Tapi masih kata orang, dia lucu dan nyeni
Juga kata orang , menyimpan 1001 ide cemerlang
Belum lagi bakatnya segudang
Juga masih kata orang, tanpa dia ....dunia sepi bokkk....
Tapi.....achhhh........
Dia bingung
Dia tidak seperti Anto atau Nanang yang macho abis
Yang hobi kebut-kebutan
Yang kalo ke sekolah serba berantakan
Yang hobi bikin onar sampai dipanggil kepsek
Dia.......emang lain, emang beda
Dia lebih suka ngegossip bareng Safira dan Nia
Dia lebih suka nonton balet di teater seni dan baca puisi
Selain berlama-lama bergaya di depan cermin hias Bunda
Dipelototinya lagi si cermin tak berdosa
Apanya yang beda ya........
Badannya cukup atletis dan semampai
Memang tidak sekokoh si abang tetangga sebelah rumah
Dia pernah kencing bersama teman laki lainnya
Organ tubuhnya itupun tak beda
Lalu kenapa dia berbeda ?
Dia tidak mengerti
Ketika lulus SMA di kota kecil itu
Dia katakan cita-citanya ingin buka salon
Mengubah penampilan orang semakin OK
Tapi kata orang, kata Ayah Bunda dan para saudara
Sebaiknya dia nikah dulu baru buka salon
Ya Tuhan, ya Rabbi.......
Nikah ??????
Hah, dia takut, dia bingung
Memang dia seneng ngobrol bareng Safira , Nia cs
Tapi nikah, berarti seranjang dengan mereka
Seumur hidup pula
Ndilalah.....ihhhh, amit-amit......mual rasanya
Ya Tuhan, apa yang salah dengan ciptaanMu ini
Dia tidak minta dilahirkan ajaib seperti ini
Perasannya tidak keruan , marah, jengkel
Sampai kapan, dia harus mendengar "kata orang"
Kapan orang lain mau mendengar "kataku"
Kapan dia boleh menjadi dirinya sendiri
Mengungkap jujur kemauan dan jati dirinya
Sebagai seorang ciptaanNya, seorang manusia bebas
Bebas menentukan cita hidup dan cintanya
Ya ......kapan?
Dia tidak tahu
Tapi dia berusaha dan berdoa tak putusnya
Dia yakin, suatu saat doanya akan terjawab
Dia sadar jalan Tuhan dan kehendak Tuhan terbaik untuknya
Dunia boleh tidak menghiraukan, tapi Dia tetap ada di sana
Memberkati dan mengasihinya
Kasih dan kemurahan Tuhan senantiasa dekat
Tangan Tuhan selalu siap selalu menolongnya
Dia tidak perlu bertanya lagi siapa dirinya
Dia percaya
Dia yakin
Bahwa Tuhan sudah ciptakan dia sesuai kehendakNya
Apa rencana Tuhan , dia tidak tahu
Tapi dia yakin semua baik adaNya
Dia tersenyum ......yakin!
Amien
2.Tangan Yang Menggapai
Rambut panjangnya diikat erat ke belakang
Coklat kehitaman , lurus dan tebal
Wajah ayunya tak sanggup sembunyikan duka deritanya
Mata sipitnya sayu menatap kosong
Hampa.......seolah bingung
Digigit kuat bibir atasnya
Menahan jatuh bulir air mata yang menggelantung di sudut mata
Sesekali ditundukkannya kepalanya
Menatap dan mengelus perlahan perutnya
Mungkin usia janin ini sudah memasuki bulan ke 5
Dia tak ingat persis lagi
Tepatnya sungguh dia tak ingin mengingatnya
Ditatapnya mata Bunda Maria di hadapannya
Terasa teduh dan penuh kasih
Di sanalah dia selalu mendapat kedamaian hati
Ya......hanya di sanalah tempat dia mengadu
Menumpahkan segala suka dan duka hatinya
Dia yakin Bunda mendengar cerita hatinya
Ya.....seperti kali ini juga
Tak hentinya dia bertanya
Mengapa ya ......Tuhan, ya...... Bunda
Semua ini harus terjadi pada dirinya
Yang sejak lahir tak pernah kenal ayah bunda
Diletakkan begitu saja di panti asuhan
Hanya dengan secarik kertas lusuh
Bertuliskan sebuah nama "Siao Lan"
Yang selalu mengalami perbedaan
Karena nama, mata sipit dan kulit putihnya
Di masa kecilnya sering dia berdoa
Agar Tuhan mengubahnya bermata bola dan berkulit hitam
Manis seperti teman-teman lainnya
Sehingga dia boleh tidak mengalami perbedaan perlakuan
Ya Tuhan, Ya Bunda
Dia tidak tahu untuk apa dilahirkan
Jika boleh memilih, dia tidak ingin dilahirkan
Buat apa lahir bila mengalami penderitaan tak berkesudahan
Mana kenyataan hidup itu indah seperti dikabarkan Romo
Yang diajarkan Suster dan para orangtua asuh
Mana......................????????????
Bukankah yang didapati selama ini
Hanya kepahitan, pergumulan hidup dan batin
Hidup ini sangat tidak indah
Hidup ini terlalu berat
Dan peristiwa "Tragedi Mei 1998" terjadi
Melengkapinya sebagai pelaku penderita
Karena diapun menjadi salah satu korban peristiwa itu
Membuahkan janin yang tak diinginkannya
Ya......dia sudah menjadi korban politik
Akibat setan-setan berkedok manusia
Berkeliaran membabi buta mengejar ambisi
Menjadikan Indonesia sebagai ajang pembantaian ras
Seperti Holocaust di jaman Nazi
Seperti kelaliman Khmer Merah Kamboja
Ya Tuhan, ya Bunda
Dia tidak tahu apa itu permainan politik
Dia juga tidak ingin tahu
Dia hanya ingin hidup layak, aman dan tenteram
Bekerja seperti biasa, makan sehari 3 kali
Berlebihankah permintaannya ini ?
Dia tidak yakin dan putus harapan
Ingatannya kembali menerawang ke sudut kamar
Tempat dia meletakkan racun pestisida
Yang sedianya diminum siang tadi
Namun tanpa disadarinya dia sudah berada di kapel ini
Berlutut di hadapan Bunda Maria
Dia terhenyak, merenung meencoba mencari jawaban
Hati kecilnya berbisik bahwa Roh Kudus sudah arahkan kakinya
Menghadap dan menyerahkan diri kepadaNya
Ditatapnya kembali wajah Bunda Maria
Kasih dan kesetiaan terpancar dari mataNya
Ya....bukankah Bunda Maria mengalami begitu banyak kepahitan
Menyaksikan penderitaan buah hati yang tak berdosa
Ditolehnya Yesus yang terpaku di kayu salib
Telah rela menyerahkan kehidupannya untuk orang-orang yang dicintaiNya
Menebus dosa orang-orang yang dicintai juga yang mengkhianatiNya
Ya Tuhan, ya Bunda
Bukankah Yesus adalah panutan hidupnya
Bukankah Yesus penerangan baginya
Bukankah dia percaya penuh padaNya
Seperti doa iman yang selalu diucapkannya
Ya Tuhan, ya Bunda
Maafkan dirinya yang berdosa ini
Hampir saja dia khilaf mengkhianati perngorbanan Yesus
Airmata penyesalan menetes perlahan
Membasahi wajahnya
Ya Tuhan, ya Bunda
Dia tidak akan takut lagi
Dia tidak akan kuatir lagi
Dielusnya perutnya
Tekadnya sudah bulat
Apapun yang terjadi dalam kehidupan ini
Walaupun berbeda dengan keinginannya
Pastilah merupakan kehendak dan rencanaNya
Tuhan mengijinkannya mengalami semua ini
Sekarang dia belum bisa memahami
Berat .......memang berat
Tapi dia yakin suatu saat
Dia akan mendengar jawaban dariNya
Seberapa berat penderitaannya
Tak ada yang lebih berat
Dari penanggungan Yesus di kayu salib
Lalu.........
Dia bangkit perlahan namun pasti
Ya .........
Dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya
Tuhan memberkati,
Jazzy
Miyakojima-Suminoe, 9 Juni 2001
Coklat kehitaman , lurus dan tebal
Wajah ayunya tak sanggup sembunyikan duka deritanya
Mata sipitnya sayu menatap kosong
Hampa.......seolah bingung
Digigit kuat bibir atasnya
Menahan jatuh bulir air mata yang menggelantung di sudut mata
Sesekali ditundukkannya kepalanya
Menatap dan mengelus perlahan perutnya
Mungkin usia janin ini sudah memasuki bulan ke 5
Dia tak ingat persis lagi
Tepatnya sungguh dia tak ingin mengingatnya
Ditatapnya mata Bunda Maria di hadapannya
Terasa teduh dan penuh kasih
Di sanalah dia selalu mendapat kedamaian hati
Ya......hanya di sanalah tempat dia mengadu
Menumpahkan segala suka dan duka hatinya
Dia yakin Bunda mendengar cerita hatinya
Ya.....seperti kali ini juga
Tak hentinya dia bertanya
Mengapa ya ......Tuhan, ya...... Bunda
Semua ini harus terjadi pada dirinya
Yang sejak lahir tak pernah kenal ayah bunda
Diletakkan begitu saja di panti asuhan
Hanya dengan secarik kertas lusuh
Bertuliskan sebuah nama "Siao Lan"
Yang selalu mengalami perbedaan
Karena nama, mata sipit dan kulit putihnya
Di masa kecilnya sering dia berdoa
Agar Tuhan mengubahnya bermata bola dan berkulit hitam
Manis seperti teman-teman lainnya
Sehingga dia boleh tidak mengalami perbedaan perlakuan
Ya Tuhan, Ya Bunda
Dia tidak tahu untuk apa dilahirkan
Jika boleh memilih, dia tidak ingin dilahirkan
Buat apa lahir bila mengalami penderitaan tak berkesudahan
Mana kenyataan hidup itu indah seperti dikabarkan Romo
Yang diajarkan Suster dan para orangtua asuh
Mana......................????????????
Bukankah yang didapati selama ini
Hanya kepahitan, pergumulan hidup dan batin
Hidup ini sangat tidak indah
Hidup ini terlalu berat
Dan peristiwa "Tragedi Mei 1998" terjadi
Melengkapinya sebagai pelaku penderita
Karena diapun menjadi salah satu korban peristiwa itu
Membuahkan janin yang tak diinginkannya
Ya......dia sudah menjadi korban politik
Akibat setan-setan berkedok manusia
Berkeliaran membabi buta mengejar ambisi
Menjadikan Indonesia sebagai ajang pembantaian ras
Seperti Holocaust di jaman Nazi
Seperti kelaliman Khmer Merah Kamboja
Ya Tuhan, ya Bunda
Dia tidak tahu apa itu permainan politik
Dia juga tidak ingin tahu
Dia hanya ingin hidup layak, aman dan tenteram
Bekerja seperti biasa, makan sehari 3 kali
Berlebihankah permintaannya ini ?
Dia tidak yakin dan putus harapan
Ingatannya kembali menerawang ke sudut kamar
Tempat dia meletakkan racun pestisida
Yang sedianya diminum siang tadi
Namun tanpa disadarinya dia sudah berada di kapel ini
Berlutut di hadapan Bunda Maria
Dia terhenyak, merenung meencoba mencari jawaban
Hati kecilnya berbisik bahwa Roh Kudus sudah arahkan kakinya
Menghadap dan menyerahkan diri kepadaNya
Ditatapnya kembali wajah Bunda Maria
Kasih dan kesetiaan terpancar dari mataNya
Ya....bukankah Bunda Maria mengalami begitu banyak kepahitan
Menyaksikan penderitaan buah hati yang tak berdosa
Ditolehnya Yesus yang terpaku di kayu salib
Telah rela menyerahkan kehidupannya untuk orang-orang yang dicintaiNya
Menebus dosa orang-orang yang dicintai juga yang mengkhianatiNya
Ya Tuhan, ya Bunda
Bukankah Yesus adalah panutan hidupnya
Bukankah Yesus penerangan baginya
Bukankah dia percaya penuh padaNya
Seperti doa iman yang selalu diucapkannya
Ya Tuhan, ya Bunda
Maafkan dirinya yang berdosa ini
Hampir saja dia khilaf mengkhianati perngorbanan Yesus
Airmata penyesalan menetes perlahan
Membasahi wajahnya
Ya Tuhan, ya Bunda
Dia tidak akan takut lagi
Dia tidak akan kuatir lagi
Dielusnya perutnya
Tekadnya sudah bulat
Apapun yang terjadi dalam kehidupan ini
Walaupun berbeda dengan keinginannya
Pastilah merupakan kehendak dan rencanaNya
Tuhan mengijinkannya mengalami semua ini
Sekarang dia belum bisa memahami
Berat .......memang berat
Tapi dia yakin suatu saat
Dia akan mendengar jawaban dariNya
Seberapa berat penderitaannya
Tak ada yang lebih berat
Dari penanggungan Yesus di kayu salib
Lalu.........
Dia bangkit perlahan namun pasti
Ya .........
Dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya
Tuhan memberkati,
Jazzy
Miyakojima-Suminoe, 9 Juni 2001
Selasa, 26 Agustus 2008
1.Sekelumit Gudang Kehidupan
Suatu pagi yang cerah
Ingatanku melayang
Pada sebuah ruang kecil di pojok rumah
Kuarahkan langkahku ke sana
Sebuah gudang lapuk menua
Sekian lama terabaikan
Rutinitas kesibukan sehari-hari
Membuatku melupakan gudang ini
Yang menyimpan hampir seluruh cerita hidupku
Perlahan kubuka pintunya
Berderit karatan dimakan waktu
Bau apek ruangan lama menyergap
Hm...... debu-debu kenangan memenuhi ingatan
Kuamati sekeliling dan mataku terpaut pada
Sebuah lemari tua penuh kotak laci berdebu
Kutarik kotak laci berjudul "TEMAN"
Di sana teronggok tak beraturan
Foto-foto usang teman-teman semasa kecilku
Buku kenangan penuh gambar tangan-tangan kecil
Mewarnai masa lalu dengan canda, tangis dan tawa
Lalu masa remaja, masa penuh arti
Menoreh mencatat rumah kenangan dalam hati
Aku tersenyum mengenang
Mencoba mengulang kisah memori lama
Mataku terhenyak pada sebuah kotak laci tua lainnya
Tertulis "KEHIDUPAN"
Catatan diary usang masalah belum terpecahkan
Yang masih menunggu vonis ya atau tidak
Yang masih belum juga terjawab
Yang pernah menghantui masa lalu
Ya.....ternyata dalam kehidupan lamaku
Begitu banyak masalah terabaikan
Oleh ketidak tahuan
Oleh ketidak pengertian
Oleh ketiak ramahan
Oleh ketidak bijaksanaan
Oleh ketidak berdayaan
Hingga datangnya sebuah kotak plastik lusuh penuh goresan
Telah mengubah cara pandang hidupku
Kuraih kotak plastik itu
Kubuka dan memang telah kosong
Sekelumit ingatan mengembara pada seorang Ibu renta
Yang selalu tersenyum menyapa ramah pada setiap orang
Kutemui di sudut bangku gereja , sederetanku
Di setiap Minggu pagi misa pertama
Ketika itu........berminggu usai berbulan
Saat derita hidup seakan tak hendak usai
Tak hentinya kuberdoa memohon meminta
Agar DIA memberikan jawaban
Hingga pada waktuNya doaku dikabulkanNya
Seperti biasa pagi itu tanpa sepatah kata
Hanya senyum sapaan tak henti hiasi wajahnya
Dia ulurkan bungkusan plastik dari tas kumalnya
Kuterima dengan penuh tanda tanya
Dia tersenyum dan berkata pelan , "untukmu nak....."
Entah mengapa sejak itu
Aku tidak pernah lagi bertemu Ibu itu
Dan ternyata .....kotak tua itu
Isinya berupa catatan-catatan penting
Memo dan judul perikop dalam Sabda Firman Tuhan
Selanjutnya catatan itu memenuhi ruang kerjaku
Memberikan motivasi dan dalam meraih arti hidupku
Membuatku kuat dalam menghadapi keseharianku
Dengan gaya tulisan angakatan 45 nya
Tertulis "NEVER GIVE UP"
Jangan pernah menyerah dalam hidup ini
Berusaha mencari jawaban atas tiap kejadian suka duka
Jangan pernah lupa berdoa dan berusaha
Walaupun tidak terjawab saat itu
Serahkan diri total padaNya
Kehidupan akan berjalan sesuai kehendakNya
Tak ada yang perlu dikuatirkan
Tak ada yang perlu ditakutkan
Bersama DIA segalanya akan berubah
Menjadi indah pada waktuNya
Amien......
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 7 Juni 2001
Ingatanku melayang
Pada sebuah ruang kecil di pojok rumah
Kuarahkan langkahku ke sana
Sebuah gudang lapuk menua
Sekian lama terabaikan
Rutinitas kesibukan sehari-hari
Membuatku melupakan gudang ini
Yang menyimpan hampir seluruh cerita hidupku
Perlahan kubuka pintunya
Berderit karatan dimakan waktu
Bau apek ruangan lama menyergap
Hm...... debu-debu kenangan memenuhi ingatan
Kuamati sekeliling dan mataku terpaut pada
Sebuah lemari tua penuh kotak laci berdebu
Kutarik kotak laci berjudul "TEMAN"
Di sana teronggok tak beraturan
Foto-foto usang teman-teman semasa kecilku
Buku kenangan penuh gambar tangan-tangan kecil
Mewarnai masa lalu dengan canda, tangis dan tawa
Lalu masa remaja, masa penuh arti
Menoreh mencatat rumah kenangan dalam hati
Aku tersenyum mengenang
Mencoba mengulang kisah memori lama
Mataku terhenyak pada sebuah kotak laci tua lainnya
Tertulis "KEHIDUPAN"
Catatan diary usang masalah belum terpecahkan
Yang masih menunggu vonis ya atau tidak
Yang masih belum juga terjawab
Yang pernah menghantui masa lalu
Ya.....ternyata dalam kehidupan lamaku
Begitu banyak masalah terabaikan
Oleh ketidak tahuan
Oleh ketidak pengertian
Oleh ketiak ramahan
Oleh ketidak bijaksanaan
Oleh ketidak berdayaan
Hingga datangnya sebuah kotak plastik lusuh penuh goresan
Telah mengubah cara pandang hidupku
Kuraih kotak plastik itu
Kubuka dan memang telah kosong
Sekelumit ingatan mengembara pada seorang Ibu renta
Yang selalu tersenyum menyapa ramah pada setiap orang
Kutemui di sudut bangku gereja , sederetanku
Di setiap Minggu pagi misa pertama
Ketika itu........berminggu usai berbulan
Saat derita hidup seakan tak hendak usai
Tak hentinya kuberdoa memohon meminta
Agar DIA memberikan jawaban
Hingga pada waktuNya doaku dikabulkanNya
Seperti biasa pagi itu tanpa sepatah kata
Hanya senyum sapaan tak henti hiasi wajahnya
Dia ulurkan bungkusan plastik dari tas kumalnya
Kuterima dengan penuh tanda tanya
Dia tersenyum dan berkata pelan , "untukmu nak....."
Entah mengapa sejak itu
Aku tidak pernah lagi bertemu Ibu itu
Dan ternyata .....kotak tua itu
Isinya berupa catatan-catatan penting
Memo dan judul perikop dalam Sabda Firman Tuhan
Selanjutnya catatan itu memenuhi ruang kerjaku
Memberikan motivasi dan dalam meraih arti hidupku
Membuatku kuat dalam menghadapi keseharianku
Dengan gaya tulisan angakatan 45 nya
Tertulis "NEVER GIVE UP"
Jangan pernah menyerah dalam hidup ini
Berusaha mencari jawaban atas tiap kejadian suka duka
Jangan pernah lupa berdoa dan berusaha
Walaupun tidak terjawab saat itu
Serahkan diri total padaNya
Kehidupan akan berjalan sesuai kehendakNya
Tak ada yang perlu dikuatirkan
Tak ada yang perlu ditakutkan
Bersama DIA segalanya akan berubah
Menjadi indah pada waktuNya
Amien......
Tuhan memberkati,
Jazzy, Osaka, 7 Juni 2001
Langganan:
Postingan (Atom)
